Belanda Taklukkan Air Sejak Ratusan Tahun Lalu, Indonesia Harus Belajar!

Delta Works
Sumber :
  • Youtube

CianjurBelanda punya cara luar biasa dalam menaklukkan keganasan air yang mengancam negaranya. Dari kincir angin raksasa hingga bendungan super canggih Delta Works, semuanya dirancang untuk melindungi negara dari banjir dan badai.

img_title Dari Petualangan Hingga Kepentingan Ekonomi, Inilah Alasan di Balik Kedatangan Belanda ke Indonesia

Nama resmi negara ini adalah Netherlands yang artinya tanah rendah. Sekitar 26 persen wilayah Belanda berada di bawah permukaan laut, membuat mereka terus digempur abrasi dan banjir besar sejak ribuan tahun lalu.

Kincir Angin Bukan Sekadar Pajangan Wisata

img_title Fakta Menarik Suriname, Sebuah Negara Kecil di Amerika yang Penuh Nuansa Jawa

Dirangkum dari channel YouTube Jaya Edutainment 2, kincir angin di Belanda sebenarnya adalah pompa air raksasa. Pada abad ke-17, ribuan kincir angin bekerja siang malam menyendok air dari polder lalu membuangnya ke kanal yang lebih tinggi.

Polder adalah sebidang tanah yang dikeringkan secara sengaja dan diisolasi dari air sekitarnya. Dengan cara ini, Belanda berhasil menambah sekitar 7.000 kilometer persegi daratan baru atau sekitar 17 persen dari total wilayahnya sekarang.

img_title Sering Dikaitkan Dengan Asal Usul Cianjur, Inilah Fakta Menarik Kerajaan Galuh di Tanah Sunda

Delta Works Tahan Badai 10.000 Tahun Sekali

Bencana banjir tahun 1953 menewaskan lebih dari 1.800 orang dan menenggelamkan puluhan ribu rumah. Dari tragedi ini lahir proyek Delta Works yang dibangun selama 40 tahun dengan 14 struktur raksasa.

Salah satu yang paling canggih adalah Maeslantkering, penghalang badai otomatis dengan dua lengan baja sepanjang 210 meter. Struktur ini bisa menutup kanal secara otomatis saat badai besar mengancam Rotterdam, pelabuhan terbesar di Eropa.

Jakarta Bisa Belajar dari Sistem Belanda

Amsterdam berada 3 meter di bawah permukaan laut tapi tetap aman dari banjir berkat tanggul kuat dan drainase canggih. Berbeda dengan kota di Indonesia yang meski 500 meter di atas laut masih sering kebanjiran, menunjukkan pengelolaan air belum maksimal.

Belanda berani investasi besar karena analisis risiko yang jelas bahwa satu banjir besar bisa lebih mahal dari biaya pembangunan sistem pertahanan. Jakarta yang terancam tenggelam tahun 2050 sangat perlu belajar dari pengalaman panjang Belanda mengelola air dengan baik.

Kisah Belanda membuktikan bahwa ketekunan dan kerja sama dalam mengelola air bisa menyelamatkan negara. Hidup di tanah rendah membuat mereka selalu siap menghadapi ancaman dan tidak pernah berhenti berinovasi demi masa depan.