Rusia Kuasai 60 Persen Donetsk dan Koridor Lengkap ke Krimea, Drone Geran-2 dan Bom FAB-1500 Gempur Ukraina Nonstop!
- Youtube
Cianjur – Konflik Rusia-Ukraina memasuki fase berbeda dengan medan perang tidak lagi tentang manuver cepat atau ofensif besar seperti 2022 tetapi kemampuan industri dan teknologi drone.
Garis depan saat ini membentang lebih 1.000 kilometer dari Kharkiv di utara hingga Kherson di selatan dengan beberapa titik menjadi fokus karena aktivitas militer paling intens berlangsung.
Di Donbas khususnya Donetsk pertempuran terus meningkat dengan kota seperti Avdiivka, Chasiv Yar, dan Pokrovsk menjadi target utama operasi Rusia bertahap dengan pola penghancuran berulang.
Ofensif dilakukan bertahap bukan dalam gelombang besar tetapi menggunakan artileri, drone, dan bom luncur untuk secara bertahap melemahkan pertahanan Ukraina dengan tekanan konstan nonstop.
Dirangkum dari channel YouTube KYR MILITARY, Ukraina menghadapi tekanan logistik parah dengan cadangan amunisi menipis, pertahanan udara kekurangan rudal, dan sistem tersisa harus memprioritaskan melindungi kota besar.
Drone telah menjadi elemen dominan dengan Rusia dan Ukraina menggunakan drone FPV dan kamikaze namun Rusia tampak lebih siap dengan produksi massal memungkinkan meluncurkan serangan drone sepanjang waktu mengganggu pergerakan pasukan dan menghancurkan kendaraan tempur.
Dalam beberapa bulan terakhir Rusia mulai mengandalkan kombinasi senjata baru dan versi modern sistem lama meningkatkan daya tembak dan mengubah dinamika pertempuran secara signifikan.
Drone kamikaze Geran-2 generasi terbaru menampilkan sistem navigasi diperbarui dan resistensi gangguan ditingkatkan diluncurkan dari berbagai lokasi bahkan ratusan kilometer jauhnya menyerang depot amunisi, pabrik drone, dan fasilitas energi Ukraina dengan efektif.
Rudal Iskander-M dan Bom Luncur FAB-1500
Penggunaan rudal Iskander-M dan Iskander-K meningkat frekuensi sebagai andalan untuk serangan presisi terhadap fasilitas militer Ukraina jauh dari garis depan memberikan dampak kerusakan fisik dan tekanan psikologis.
Bom luncur FAB-500 dan FAB-1500 menjadi salah satu faktor paling menentukan dengan Rusia memodifikasi bom konvensional dengan kit sayap dan sistem panduan sehingga bisa meluncur puluhan kilometer jauh.
Dengan taktik ini pesawat Rusia tidak perlu masuk zona bahaya dengan bom besar menghancurkan posisi pertahanan Ukraina dengan kekuatan destruktif masif sangat efektif.