Kapal Perang Nuklir Admiral Nakhimov Rusia Hidup Lagi Setelah 30 Tahun Terbengkalai!

Admiral Nakhimov
Sumber :
  • Youtube

CianjurAdmiral Nakhimov adalah raksasa baja yang bangkit setelah puluhan tahun berada di tepi kematian dengan siluet terlihat seperti meteor logam tersesat dari era Perang Dingin.

img_title Pembom Tu-22M3 Era Soviet Masih Diterbangkan Rusia, Bukan Karena Nostalgia!

Battle cruiser bertenaga nuklir ini nyaris menjadi hantu sejarah tetapi sekarang meluncur lagi di laut utara Rusia setelah modernisasi melelahkan, mahal, dan sering tampak mustahil dilakukan.

Selama hampir 3 dekade kapal ini hanya menjadi nama yang berbisik dalam catatan angkatan laut terlalu mahal untuk dibongkar dan terlalu rapuh untuk dioperasikan dengan relevansi dipertanyakan.

img_title XF-108 Rapier Mach 3 Dibatalkan 1959, Rudal Nuklir Penghancur Pembom Soviet!

Awalnya Admiral Nakhimov dibangun untuk satu tujuan menjadi pemecah formasi kelompok kapal induk NATO sebagai monster laut yang mengandalkan daya nuklir dan serangan rudal jarak jauh.

Dirangkum dari channel YouTube NICEON, pada masa Uni Soviet kapal ini diposisikan sebagai puncak filosofi tempur mengutamakan daya pukul besar dalam satu platform raksasa namun ketika negara runtuh impian itu ikut runtuh.

img_title Tupolev Tu-95 Bear Terbang 70 Tahun, Suaranya Bisa Didengar Kapal Selam!

Kapal raksasa seperti ini berubah menjadi beban dengan banyak saudara kelasnya karam bukan karena perang tetapi karena ketidakmampuan negara pewaris mempertahankan aset sebesar itu.

Admiral Nakhimov termasuk yang beruntung tidak dibongkar atau ditinggalkan tanpa harapan tetapi ia juga tidak bergerak ke mana-mana hanya terbaring di pelabuhan tahun demi tahun.

Pada awal 1980-an kapal ini dibangun dengan panjang mencapai lebih 250 meter, bobot mencapai hampir 28.000 ton, dan ditenagai dua reaktor nuklir memberinya daya jelajah tanpa batas di lautan.

Modernisasi 200 Miliar Rubel

Modernisasi sejatinya sudah dibicarakan sejak 1999 tetapi pembicaraan itu tidak berubah menjadi tindakan dengan negara terlalu sibuk memulihkan ekonomi yang kolaps pasca Soviet runtuh.

Baru pada 2012 ketika perekonomian Rusia mulai stabil rencana modernisasi besar benar-benar disusun dengan detail dan pada 2013 kontrak ditandatangani dengan biaya awal sekitar 800 juta dolar.

Ketika kapal dipindah ke galangan kapal para insinyur menemukan banyak bagian harus dilepas, diganti, atau dirancang ulang karena sistem Soviet era 1980-an tidak memungkinkan upgrade parsial.

Target 2018, 2020, dan 2021 meleset dengan biayanya naik 4 kali lipat mencapai lebih 200 miliar rubel membuat proyek ini bukan sekadar refurbishment tetapi rekonstruksi hampir total kapal.

Halaman Selanjutnya
img_title