Pelabuhan Otomatis Yangshan China Biaya 20 Miliar Dolar Tangani 14 Juta Kontainer 6 Bulan!
- Youtube
Cianjur – China membangun pelabuhan senilai 20 miliar dolar di pulau-pulau Laut China Timur berjarak 30 kilometer dari daratan dengan tampilan seperti kota derek dan jembatan.
Dari atas terlihat megah namun di lapangan tidak terdengar suara pekerja dermaga berteriak atau antrean pengemudi truk karena seluruh tempat beroperasi hampir tanpa orang.
Pelabuhan Yangshan Deep Water Port menjadi salah satu tersibuk di dunia dengan hanya enam bulan pertama 2025 menangani lebih 14 juta kontainer.
Angka ini lebih besar dari throughput tahunan keseluruhan beberapa pelabuhan terbesar Eropa yang sudah beroperasi puluhan tahun lebih dulu dengan infrastruktur lengkap.
Dirangkum dari channel YouTube Civil Mentors, sekitar 90 persen perdagangan dunia berdasarkan volume bepergian melalui laut dengan pelabuhan menjadi arteri ekonomi global penting.
China sebagai pusat manufaktur dunia bergantung pada pergerakan bahan baku masuk dan barang jadi keluar melalui pelabuhan tersibuk seperti Yangshan strategis.
Akhir 1990-an pelabuhan yang ada mencapai batas kapasitas dengan Shanghai sudah menjadi salah satu tersibuk di dunia namun terletak di Delta Sungai Yangtze.
Kedalaman air tidak cukup untuk generasi baru kapal mega yang membawa lebih 20.000 kontainer sekaligus dengan pengerukan hanya bisa dilakukan sejauh tertentu saja.
Pulau Donghai Kedalaman 15 Meter
China memutuskan mengambil jalur berbeda dengan memindahkan pelabuhan ke laut terbuka di mana kedalaman air tidak terbatas untuk kapal besar modern.
Sekitar 30 kilometer ke Laut China Timur terdapat gugusan pulau berbatu dikenal sebagai Pulau Donghai yang terpencil, tertiup angin, dan jarang dihuni penduduk.
Pulau ini memiliki satu keunggulan besar yaitu air dalam alami lebih 15 meter cukup untuk kapal kontainer terbesar dunia berlabuh langsung tanpa menunggu.
Konstruksi dimulai 2002 dengan tantangan pertama menghubungkan pulau ke daratan melalui Jembatan Donghai sepanjang 32,5 kilometer membentang melintasi laut terbuka.
Insinyur meledakkan lereng bukit granit, mereklamasi jutaan meter kubik tanah, dan membangun pemecah gelombang besar melindungi terminal dari gelombang keras dan topan.
Proyek diluncurkan bertahap dengan Yangshan 1, 2, 3, dan 4 dengan setiap fase menambahkan tempat lahir baru, derek baru, dan lebih banyak kapasitas operasional.