Rudal Hipersonik Kinzhal Rusia Mach 10 Hancurkan Pusat Intelijen dan Pangkalan F-16 Ukraina November 2025!
- Youtube
Cianjur – Rusia meluncurkan gelombang serangan terkoordinasi menggunakan rudal hipersonik Kh-47M2 Kinzhal pada November 2025 menghancurkan tulang punggung operasional Ukraina.
Serangan brutal ini membongkar pusat intelijen elektronik utama Kementerian Pertahanan Ukraina di Brovary dan pangkalan udara Starokostiantyniv yang menyimpan jet F-16 pasokan Barat.
Kinzhal mampu mencapai kecepatan di atas Mach 10 dengan kemampuan manuver sepanjang jalur penerbangan membuat sistem pertahanan udara usang.
Jangkauan melebihi 1.500 kilometer saat diluncurkan dari pesawat pencegat MiG-31K memberi Moskow kemampuan menyerang jauh tanpa risiko pilot.
Dirangkum dari channel YouTube Military Gear, target utama pertama adalah pusat intelijen elektronik Kementerian Pertahanan Ukraina di Brovary wilayah Kyiv pada pertengahan November 2025.
Fasilitas ini memproses sinyal yang ditangkap dari medan perang termasuk komunikasi Rusia, telemetri drone, dan aktivitas radar untuk memberi Ukraina gambaran real-time.
Serangan Brovary membongkar sistem saraf digital Ukraina sementara target berikutnya adalah pangkalan udara Starokostiantyniv di Khmelnytskyi yang menyimpan jet F-16.
Pangkalan ini dilindungi bunker beton bertulang dan jaring kamuflase namun Kinzhal menembus struktur keras tersebut menghancurkan beberapa shelter kritis dengan mudah.
Serangan Balasan Upaya Pembajakan MiG-31
Serangan besar terkoordinasi terjadi 19 November menggunakan drone kamikaze, rudal jelajah Kalibr, dan rudal hipersonik Kinzhal menembus pertahanan udara Ukraina.
Waktu serangan bukan kebetulan karena beberapa hari sebelumnya FSB Rusia menggagalkan operasi Ukraina-Inggris membajak pesawat MiG-31 bersenjata Kinzhal dengan tawaran jutaan dolar.
Intelijen Barat dilaporkan mencoba merekrut pilot Rusia menawarkan imbalan besar dan relokasi ke luar negeri untuk menyerahkan pesawat ke lokasi sekutu NATO.
Pembajakan akan dilakukan dekat pangkalan udara terbesar Rumania namun rencana ini berhasil digagalkan oleh keamanan federal Rusia tepat waktu.
Moskow menganggap insiden ini melewati batas sehingga pembalasan Kinzhal bersifat simbolis dan strategis menggunakan rudal yang sama dengan yang coba dicuri.
Rusia menargetkan pangkalan Starokostiantyniv dan pusat intelijen elektronik sebagai respons terkalkulasi terhadap provokasi Ukraina dan operasi intelijen dukungan Barat meningkat.
Pentagon mengonfirmasi rencana mengirim suku cadang untuk F-16 dan C-130 yang disetujui Departemen Luar Negeri namun langkah ini sia-sia.