Rudal Jelajah Burevestnik Rusia Bertenaga Nuklir Terbang 15 Jam Jangkau 14.000 Km, Reaktor Mini Jadi Mesin Penggerak!

Rudal Jelajah Burevestnik
Sumber :
  • Youtube

Cianjur – Rusia mengumumkan keberhasilan uji coba rudal jelajah Burevestnik bertenaga reaktor nuklir pada Oktober 2025 dengan kemampuan mengejutkan dunia.

img_title Kapal Perang Nuklir Admiral Nakhimov Rusia Hidup Lagi Setelah 30 Tahun Terbengkalai!

Rudal sepanjang 12 meter ini mampu terbang selama 15 jam dengan jangkauan mencapai 14.000 kilometer tanpa perlu pengisian bahan bakar.

Burevestnik menjadi salah satu dari enam senjata strategis baru Rusia bersama Avangard, Zirkon, Kinzhal, Poseidon, dan Sarmat ICBM. Nama Burevestnik diambil dari spesies burung laut yang mencerminkan kemampuan terbang jarak jauh rudal jelajah bertenaga nuklir tersebut.

img_title Teknologi Rudal Burevestnik Bertenaga Nuklir Rusia Bikin Dunia Tercengang!

Dirangkum dari channel YouTube Lycma Mil-Tech, rudal Burevestnik menggunakan teknologi turbojet bertenaga reaktor nuklir mini di dalam mesinnya.

Material fisil seperti uranium ditembak neutron dalam reaktor sehingga menghasilkan reaksi fisi yang menciptakan panas sangat tinggi untuk menggerakkan turbin.

img_title Jet Tempur Generasi Keenam F-AXX Angkatan Laut AS Jangkau 1.700 Mil Laut, Stealth Plus dan Drone AI Bikin China Khawatir

Prinsip kerja reaktor nuklir pada rudal sama dengan kapal induk bertenaga nuklir namun dalam skala jauh lebih kecil dan efisien. Panas dari reaktor memanaskan fluida atau udara yang kemudian disemburkan melalui nozel menghasilkan daya dorong kuat untuk penerbangan jarak jauh.

Teknologi Roket Thermal Nuklir

Amerika Serikat mengembangkan teknologi serupa melalui Project Rover tahun 1955 dan Project Pluto untuk rudal militer supersonic. Prototip mesin Tori 2A dan Tori 2C berhasil diuji di darat namun program dihentikan tahun 1964 karena masalah radiasi berbahaya.

Uni Soviet juga melakukan riset roket thermal nuklir tahun 1964 menghasilkan prototip RD0410 dengan hasil lebih baik dari Amerika. Program ini dihentikan tahun 1980 sementara negara lain seperti Inggris, Israel, dan Italia juga pernah melakukan penelitian serupa tanpa hasil jelas.

Tantangan utama teknologi nuklir pada rudal adalah bobot reaktor yang berat terutama pelindung radiasi dan pemilihan material tahan panas ekstrem.

Risiko kontaminasi radioaktif sepanjang jalur terbang rudal menjadi kekhawatiran besar jika pelindung radiasi dikurangi demi efisiensi bobot mesin.

Burevestnik memungkinkan Rusia meluncurkan serangan dari arah tak terduga dengan melingkari negara musuh masuk dari belakang sistem pertahanan udara.

Kelemahan rudal jelajah bertenaga nuklir adalah tetap rentan ditembak jatuh seperti rudal konvensional karena terbang mendatar dengan durasi lama.

Halaman Selanjutnya
img_title