A-10 Thunderbolt II Warthog Pesawat Jelek Tapi Tak Bisa Mati, Mimpi Buruk Tank Soviet Selama Perang Dingin!
- Youtube
Cianjur – Tahun 1976 di pos observasi Soviet dekat perbatasan Jerman, seorang kolonel menyaksikan sesuatu yang mustahil terjadi di langit dengan suara aneh seperti angin meniup botol kaca raksasa.
Pesawat aneh dengan sayap lurus dan dua mesin besar di punggung fuselage terlihat seperti kesalahan desain yang konyol namun sangat mematikan bagi tank Soviet.
Operator anti-pesawat Soviet langsung menembak target lambat di ketinggian 300 kaki yang seharusnya mudah dijatuhkan dengan peluru 23 mm meledak menghantam fuselage pesawat.
Dirangkum dari channel YouTube Cold War Impact, bukannya jatuh pesawat malah menukik dan mengeluarkan suara mengerikan selama 2 detik yang menghancurkan tiga tank Soviet seketika dengan turret berton-ton terlempar seperti mainan.
Pesawat yang penuh lubang dari tembakan anti-pesawat dan asap mengepul dari satu mesin seharusnya jatuh namun tetap terbang dan berputar kembali untuk serangan kedua.
Rudal bahu Strela mengenai bagian ekor langsung dengan ledakan besar namun pesawat terus terbang meski setengah ekornya hilang dan permukaan kontrol elevator hancur total dalam kondisi mustahil.
Kolonel Petrov menyadari jika Amerika punya pesawat yang tidak bisa ditembak jatuh oleh pertahanan udara standar maka seluruh strategi Soviet untuk invasi Eropa jadi tidak berguna.
Angkatan Darat Merah mengandalkan serangan tank massal dengan perhitungan mereka punya lebih banyak tank daripada NATO punya rudal namun kalkulus itu bergantung pada kemampuan membunuh penyerang dengan cepat.
Investigasi Soviet dan Rahasia Desain Titanium
Investigasi intelijen Soviet dimulai dengan foto buram dari kamera gun pesawat MiG-21 yang mengejar dengan laporan dari operator radar darat yang panik dan bingung.
Insinyur aeronautika terbaik dari biro desain Sukhoi dan Mikoyan dibawa ke ruang tanpa jendela dan ditunjukkan rekaman pesawat selamat dari tembakan rudal Strela langsung yang meledak di mesin kanan.
Dalam setiap simulasi hasilnya konstan yaitu mesin meledak dengan serpihan memotong jalur hidrolik melalui ekor dan permukaan kontrol jadi lemas sehingga pesawat masuk dive yang tidak bisa dipulihkan.
Namun pilot tidak kehilangan kontrol dengan investigasi terpecah jadi tiga cabang yaitu teori perisai tak terlihat, pilot hantu, dan ground testing yang semuanya gagal menemukan jawaban sebenarnya.