Bandara New Manila International Filipina Dibangun di Laut, Proyek 15 Miliar Dolar Bisa Tenggelam dalam 30 Tahun!

New Manila International Filipina
Sumber :
  • Youtube

Cianjur – Salah satu bandara terbesar di dunia sedang dibangun di Filipina dengan dua kali lebih besar dari JFK International dan hampir tiga kali lebih besar dari Sydney Airport.

img_title Drone Kamikaze Geran-2 Rusia Serang Infrastruktur Ukraina, Bagaimana Strategi Ini Bekerja Efektif!

New Manila International akan menelan lahan mengejutkan seluas 2.500 hektar dan setelah selesai akan mampu menyambut 100 juta penumpang setiap tahun dengan terminal tunggal raksasa.

Dalam tawaran memimpin Asia Tenggara Filipina mengambil taruhan besar pada NMIA karena bandara terbesar dan tersibuk Ninoy Aquino International benar-benar kelebihan kapasitas dengan 50 juta orang.

img_title 5 Negara dengan Pesawat Patroli Maritim Terbanyak di Asia Tenggara, Indonesia Juaranya!

Dirangkum dari channel YouTube The B1M, Ninoy Aquino hanya dirancang menangani 35 hingga 40 juta penumpang per tahun yang menyebabkan kerumunan besar dan penundakan masif di terminal yang padat.

Masalahnya Ninoy Aquino benar-benar terkunci dikelilingi ribuan rumah di barangay dengan Manila begitu padat penduduk sehingga merelokasi populasi hampir mustahil dilakukan.

img_title Vietnam Juara, Ini 5 Negara Asia Tenggara Dengan Personil Militer Terbesar!

Di kota sepadat Manila untuk menemukan tempat baru bandara harus kreatif yang membawa kita ke sini yaitu lahan untuk bandara ini sedang dinaikkan dari laut dengan reklamasi masif.

Tantangan pertama bagi siapa pun menggunakan bandara ini adalah mencapainya karena dibangun di laut sehingga jalan tol dan jalur kereta api sedang dibangun termasuk dua jalan tol terpisah.

Terminal penumpang tunggal yang sangat besar akan memproses 100 juta penumpang melalui bangunan tunggal yang spektakuler dengan enam concourse terpasang ke hub utama dan empat landasan pacu.

Reklamasi Lahan dan Masalah Pasir

Empat tahun lalu di 2021 lokasi ini hanya laut dan ladang namun telah melalui transformasi dramatis dengan jejak lahan masif dikembangkan menggunakan 150 juta meter kubik material.

Perusahaan pengerukan Belanda Boskalis mempekerjakan kapal yang dikenal sebagai dredger untuk bertindak seperti penyedot debu dan menyedot pasir dari satu lokasi sebelum mengangkutnya ke lokasi lain di Manila Bay.

Masalah dengan membuang pasir dan sedimen ke laut adalah sesuatu yang disebut likuifaksi tanah di mana material jenuh dengan air dan menjadi tidak stabil di dasarnya.

Solusi Boskalis adalah pemadatan dinamis yaitu proses di mana palu 10 hingga 20 ton dijatuhkan berulang kali dari ketinggian 10 hingga 25 meter untuk memampatkan tanah.

Halaman Selanjutnya
img_title