Iran dan Turki Tawarkan Alutsista ke Indonesia, Drone Shahed Hingga Steel Dome Jadi Incaran Kemhan RI!
- Youtube
Cianjur – Dua kabar super mantap datang dari dua sahabat strategis yaitu Iran dan Turki untuk Indonesia dengan tawaran alutsista yang menggiurkan untuk Kemhan RI.
Duta Besar Iran langsung mendatangi kantor Kementerian Pertahanan RI di Jakarta membawa proposal tawaran menarik seputar produk alutsista buatan negeri Persia yang canggih.
Kedatangan tamu jauh ini tidak dengan tangan kosong melainkan membawa paket transfer teknologi dan produk alutsista dengan harga sangat kompetitif untuk Indonesia.
Dirangkum dari channel YouTube Amanda Channel 123, tak lama kemudian CEO Aselsan raksasa pertahanan Turki juga datang ke Kemhan dengan membawa plakat sistem pertahanan udara tercanggih Turki yaitu Steel Dome atau Gökberk yang menggelegar.
Wakil Menteri Pertahanan Indonesia kedatangan tamu VIP yaitu Duta Besar Republik Islam Iran Muhammad Boroujerdi dengan pembahasan teknis dan strategis yang serius.
Kedua belah pihak sudah satu frekuensi dalam hasrat memperkuat kemitraan pertahanan Indonesia-Iran ke level lebih serius dengan tawaran transfer teknologi yang menguntungkan kedua negara.
Dubes Iran datang dengan paket transfer teknologi dan produk alutsista dengan harga sangat miring yang diklaim mampu dukung kemandirian teknologi pertahanan Indonesia.
Kemhan RI memandang tawaran ini sebagai momentum emas yang akan ditindaklanjuti dengan Letter of Intent hingga MOU atau Defense Cooperation Agreement yang mengikat secara hukum.
Drone Tempur dan Teknologi Rudal Iran
Pintu komunikasi dibuka lebar antara Iran dengan Angkatan Darat, Laut, dan Udara Indonesia sampai industri pertahanan lokal untuk diskusi teknis konkret.
Iran adalah negara yang hidup di bawah tekanan embargo sadis dari Amerika dan Barat namun berevolusi jadi monster teknologi militer mandiri paling agresif di Asia Barat.
Sektor paling potensial adalah teknologi UAV alias drone karena Indonesia sedang ngebet banget kembangkan drone tempur lokal domestik yang mumpuni.
Drone Iran sudah terbukti battleproof dipakai Rusia untuk medan perang dengan keluarga drone Shahed, Mohajer sampai Ababil yang murah tapi mematikan di berbagai konflik.
Selain itu ada peluang di sektor rudal taktis, munisi pintar sampai radar canggih dengan kuncinya tetap transfer of technology alias TOT untuk Indonesia.