MiG-29 Ukraina Terobos Radar S-400 Rusia, Misi Berbahaya Hancurkan Dam Mirivka dengan Bom Hammer Prancis!
- Youtube
Cianjur – Pada pukul 16:30, sebuah MiG-29 Ukraina melintasi Donetsk pada ketinggian 150 meter menuju bendungan Mirivka yang kini jadi jalan raya pasokan Rusia.
Pilot berhasil menggunakan medan untuk tetap tersembunyi sejauh ini namun semua akan berubah dalam hitungan menit karena tiga sistem radar Rusia berbeda sudah menguncinya.
Radar S-400 Gravestone mengunci pada jarak 38 km, Tor M2 melacak dari selatan, dan Buk M3 bersiap di timur dengan cakupan rudal tumpang tindih.
Dirangkum dari channel YouTube Beyond Military, pilot mengikuti Lembah Sungai Dnipro menggunakan depresi alami medan untuk menutupi pendekatannya dengan terbang 880 km per jam hanya 150 meter di atas tanah.
Selama dia tetap di lembah, bukit sekitarnya memblokir dia dari radar namun perlindungan itu akan berakhir dalam 8 menit saat lembah terbuka ke lahan pertanian datar.
Setelah itu, 8 km terakhir ke target akan benar-benar terbuka dalam apa yang pilot sebut galeri tembak yang sangat berbahaya dan mematikan bagi pesawat tempur.
MiG-29 membawa bom Hammer Prancis di garis tengah yang menjalankan diagnostik setiap 5 detik dengan sinyal GPS kuat melacak 12 satelit dan motor roket siap.
Bom membutuhkan kondisi spesifik untuk mencapai target namun pada ketinggian 150 meter pilot belum punya kondisi itu saat memasuki zona tembak musuh yang berbahaya.
Manuver Ekstrem Hindari Rudal SAM
Saat mencapai tepi lembah pukul 16:38, SPO-15 radar warning receiver berubah dari pola pencarian santai jadi bunyi seperti dapur McDonald saat jam makan siang ramai.
S-400 yang awalnya santai mencari tiba-tiba mengunci solid pada jarak 38 km dengan nada kunci di headset jadi jeritan terus-menerus yang berarti peluncuran rudal sudah sangat dekat.
Pilot melakukan knife edge turn menarik 7G sambil mempertahankan ketinggian untuk memecah kunci radar dengan menempatkan vektor kecepatan tegak lurus ke pancaran radar.
Manuver ini membuat kecepatan radial jadi nol sehingga radar Doppler tidak bisa membedakan antara pesawat dan tanah di bawahnya karena tidak ada pergeseran frekuensi yang terdeteksi.
Pilot snap roll kiri dan menukik ke ketinggian 50 meter dalam 2 detik sambil menekan dispenser chaff dua kali yang melepaskan 120 bundel serat kaca berlapis aluminium.