Airbus A400M Atlas Pesawat Angkut TNI AU, Indonesia Pertama di Asia Tenggara Memilikinya!
- Youtube
Cianjur – Airbus A400M Atlas menjadi pesawat angkut militer masa depan TNI AU menggantikan dominasi Hercules selama puluhan tahun. Indonesia menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang memiliki A400M setara dengan negara kuat seperti Inggris, Prancis, dan Jerman.
Pesawat angkut Airbus A400M Atlas buatan Eropa memiliki kecepatan mencapai 780 kilometer per jam hampir secepat jet komersial.
Dirangkum dari channel YouTube DEFX, kapasitas kargo A400M mencapai 37 ton setara dua kendaraan tempur atau 100 pasukan lengkap dengan perlengkapan.
Kapasitas angkut A400M jauh lebih besar dibanding Hercules yang hanya mampu membawa 20 ton muatan per penerbangan. Satu misi yang dulunya membutuhkan dua Hercules kini cukup menggunakan satu A400M saja hemat waktu dan bahan bakar.
Kemampuan Mendarat di Landasan Seadanya dan Tanker Udara
A400M Atlas mampu mendarat di landasan seadanya tanpa memerlukan bandara besar cukup tanah datar sudah bisa lepas landas.
Fitur ini sangat cocok untuk negara kepulauan seperti Indonesia terutama saat bencana alam di Papua atau Maluku membawa logistik dan rumah sakit lapangan.
Pesawat ini dapat diubah menjadi tanker udara mengisi bahan bakar jet tempur seperti F-16 atau Rafale saat terbang. Jet tempur TNI AU bisa patroli lebih lama tanpa perlu kembali ke pangkalan memperkuat pertahanan perbatasan udara Indonesia.
Empat Mesin Europrop TP400-D6 dan Sistem Fly-by-Wire
A400M dilengkapi empat mesin Europrop TP400-D6 yang kuat namun hemat bahan bakar dibanding pesawat angkut sekelasnya. Sistem fly-by-wire, autopilot militer, dan radar cuaca canggih memungkinkan penerbangan dalam kondisi cuaca ekstrem seperti badai atau di daerah pegunungan.
Pesawat ini juga berfungsi sebagai pesawat evakuasi medis terbesar dengan puluhan tandu dan alat medis lengkap termasuk dokter. A400M bukan hanya untuk perang namun juga siap mendukung misi kemanusiaan dan operasi PBB di luar negeri.
Airbus A400M Atlas mengubah wajah TNI AU menjadi kekuatan mobilitas militer global siap mengirim pasukan cepat ke mana pun. Pesawat ini simbol masa depan kekuatan udara Indonesia di dekade mendatang menjadi tulang punggung pertahanan udara Nusantara.