N219 Disulap Jadi Pesawat Pengintai Maritim, PTDI Pasang Radar Jangkau 300 Kilometer!
- Youtube
Cianjur – PT Dirgantara Indonesia merombak total pesawat sipil N219 menjadi Maritime Surveillance Aircraft atau MSA untuk Bakamla. Pesawat perintis yang dikenal sebagai taksi udara mampu mengangkut 19 penumpang kini berubah fungsi menjadi pesawat pengintai laut.
N219 biasa digunakan di daerah pelosok mengangkut penumpang dan hasil bumi ke wilayah sulit dijangkau transportasi darat.
Dirangkum dari channel YouTube Arif Broadcast, PTDI mencabut kursi penumpang dan merombak interior total untuk memasang peralatan surveillance canggih.
Kunci perombakan N219 MSA terletak pada radar pengawas maritim dipasang di bawah perut pesawat dengan jangkauan 160 mil laut.
Jarak tempuh radar sekitar 300 kilometer memungkinkan pesawat mengintai dari kejauhan tanpa perlu terbang dekat perbatasan menjaga jarak aman.
Kemampuan Pelacakan 200 Target dan Anti Jammer
N219 MSA mampu mengunci dan mengidentifikasi 200 target secara bersamaan membuat Bakamla super efisien dalam pengawasan. Bakamla dapat membedakan kapal ikan lokal dengan kapal asing yang mencoba masuk perairan Indonesia secara diam-diam langsung ketahuan.
Fitur anti jammer melindungi sistem radar dari gangguan elektronik musuh memastikan pengawasan tetap berjalan optimal. Sensor deteksi tumpahan minyak mendeteksi kapal yang membawa minyak ilegal sehingga pencemaran laut dapat dicegah sejak dini.
Full Service Package dan MRO Lima Tahun dari PTDI
PTDI memberikan paket layanan lengkap termasuk Maintenance Repair and Overhaul selama lima tahun untuk N219 MSA. Pembelian pesawat buatan lokal ini menjadi investasi kedaulatan dengan uang kembali ke rakyat Indonesia bukan mengalir ke luar negeri.
Pesawat pengintai maritim N219 MSA merupakan karya anak bangsa yang teruji dan canggih untuk menjaga laut Indonesia yang sangat luas. Setiap unit yang dibeli dari PTDI mendukung industri pertahanan dalam negeri sekaligus memperkuat sistem pengawasan maritim nasional.