Benarkah Rudal PL-15 China Punya Kelemahan Fatal yang Mudah Ditaklukkan oleh Sistem Elektronik Modern?
- Pinterest.com
Cianjur – Rudal PL-15 buatan China lagi jadi sorotan dunia militer belakangan ini. Ada klaim mengejutkan soal kelemahan fatal senjata canggih ini.
Seorang mantan pejabat Pentagon bikin artikel kontroversial tentang rudal China. Dia bilang rudal PL-15 bisa dengan mudah dijamming oleh sistem perang elektronik.
Klaim ini jelas bikin heboh pasar senjata global. Rudal PL-15 selama ini dianggap salah satu senjata andalan China yang paling mematikan.
Tapi seberapa kredibel klaim ini? Mari kita bedah satu per satu fakta dan keraguan di balik cerita kontroversial ini.
1. Apa Itu Rudal PL-15?
Rudal PL-15 adalah rudal udara-ke-udara jarak jauh buatan China. Senjata ini punya jangkauan yang sangat jauh dan dilengkapi radar AESA aktif.
Rudal ini jadi primadolan angkatan udara China dan beberapa negara pengimpornya. Teknologinya dianggap mampu menandingi rudal-rudal buatan Amerika dan Eropa.
Pakistan salah satu negara yang pakai rudal PL-15 untuk jet tempur mereka. Mereka pasang rudal ini di pesawat J-10C yang juga produksi China.
2. Cerita Pertempuran Udara 7 Mei
Menurut Stephen Bryen, ada pertempuran udara antara India dan Pakistan tanggal 7 Mei. Dalam pertempuran itu, Pakistan meluncurkan 8 rudal PL-15 ke jet India.
Hasilnya mengejutkan, semua rudal gagal mengenai target. Jet Rafale dan Su-30 India berhasil menghindari serangan dengan sistem jamming elektronik mereka.
India diklaim pakai kombinasi pod perang elektronik, sistem radar, dan decoy flare. Teknologi ini bikin rudal PL-15 kehilangan arah dan nggak bisa menghantam target.
3. Teknologi Jamming Elektronik
Jamming elektronik adalah teknik mengganggu sistem radar dan navigasi rudal. Caranya dengan memancarkan sinyal radio yang kuat untuk mengacaukan sensor rudal.
Sistem jamming modern memang makin canggih dan efektif. Tapi untuk melumpuhkan rudal AESA seperti PL-15, butuh teknologi yang sangat sophisticated.
Nggak semua negara punya kemampuan jamming secanggih itu. Butuh integrasi sistem yang kompleks dan pelatihan pilot yang sangat matang.
4. Mengapa Nggak Ada Bukti Resmi?
Ini yang bikin klaim Bryen jadi diragukan banyak orang. Kalau India benar-benar sukses, kenapa nggak ada pengumuman resmi dari pemerintah mereka?