Deretan Alasan Keputusan China Tidak Menjual Pesawat Tempur J-20 ke Negara Manapun
- Pinterest.com
Cianjur – Pesawat tempur J-20 China memang jadi perbincangan hangat di dunia militer. Apalagi setelah kemunculan J-36 generasi keenam yang lebih canggih.
Banyak yang bertanya-tanya, kenapa China nggak mulai ekspor J-20 saja? Padahal pesawat tempur generasi kelima ini diklaim bisa menyaingi F-35 Amerika. Tapi ternyata, ada alasan kuat di balik keputusan ini.
J-20 bukan sekadar pesawat tempur biasa buat China. Ini adalah aset strategis yang menyimpan rahasia teknologi tingkat tertinggi mereka. Setiap detail dari desain siluman hingga material penyerap radar adalah top secret.
Ekspor J-20 sama dengan membuka kartu rahasia angkatan udara China. Risiko ini terlalu besar untuk diambil, meski pasarnya menggiurkan. Mari kita bahas deretan alasan pesawat tempur ini yang kemungkinan besar nggak akan pernah dijual.
1. Teknologi Siluman yang Terlalu Rahasia
J-20 dirancang sebagai inti pertahanan udara China sejak awal. Setiap elemen desainnya menyimpan rahasia militer tingkat tinggi.
Kalau dijual, sama saja China membongkar struktur operasi mereka sendiri. Fitur siluman dan strategi tempur angkatan udara bakal terbuka semua. Ini mirip seperti kasih manual book cara perang udara China ke negara lain.
Sama seperti J-16 yang juga nggak diekspor karena masalah lisensi. Bedanya, J-20 lebih ekstrim lagi karena menyatu penuh dalam jaringan tempur China. Dari sensor, data link, hingga kemampuan beyond visual range, semuanya terintegrasi.
2. Amerika dan Rusia Juga Nggak Ekspor Jet Sejenis
Ternyata China bukan satu-satunya negara yang pelit soal ini. Amerika Serikat bahkan nggak pernah ekspor F-22 Raptor mereka sama sekali.
Rusia juga sangat membatasi ekspor Su-57 mereka. Kalau pun dijual, mereka kasih versi Su-57E yang sudah di-downgrade khusus untuk ekspor. Prinsipnya sederhana: senjata strategis nggak boleh dijual sembarangan.
3. Biaya Operasional yang Bikin Bangkrut
Harga dasar J-20 bisa melebihi 100 juta dollar AS per unit. Kalau ditambah persenjataan lengkap, totalnya bisa tembus 120 juta dollar.
Tapi itu baru awalnya saja, lho. Pemeliharaan lapisan silumannya harus dicat ulang tiap 400 jam terbang. Material cat silumannya seharga emas per kilogram, nggak main-main.