Startup Hermeus Kembangkan Quarter Horse, Pecahkan Rekor SR-71 Blackbird 50 Tahun!
- Youtube
Cianjur – Lockheed SR-71 Blackbird dengan percaya diri terbang dengan kecepatan lebih dari 2.200 mph kembali di tahun 1970-an sementara North American X-15 bisa mencapai tepi ruang angkasa satu dekade sebelumnya.
Pada tahun-tahun itu, tampaknya masa depan cerah penerbangan supersonik sudah tiba namun setelah kilatan catatan yang cerah tapi singkat, dunia terjun ke dalam laboratorium selama beberapa dekade dengan janji yang tidak realistis.
Hari ini, peran Blackbird legendaris telah diambil alih oleh pahlawan yang benar-benar baru yaitu prototipe tak berawak Quarter Horse dari startup teknologi Hermeus.
Namun misi pesawat ini bukan mencetak rekor melainkan mengubah perjalanan hipersonik menjadi kenyataan sehari-hari untuk penerbangan komersial dan militer masa depan yang revolusioner.
Mesin Chimera Turbine-Based Combined Cycle
Quarter Horse adalah demonstrator teknologi kecepatan tinggi tak berawak dari Hermeus yang tujuan utamanya memecahkan rekor kecepatan Blackbird berusia 50 tahun.
Pesawat ini mendemonstrasikan kemampuan penuh dari mesin siklus gabungan kepemilikannya yang lain yaitu Chimera dengan teknologi inovatif yang menggabungkan dua mode operasi berbeda.
Dirangkum dari channel YouTube Wild Iron, Chimera adalah mesin siklus gabungan berbasis turbin yang seperti namanya dari mitologi Yunani kuno adalah hibrida.
Hingga Mach 3, mesin beroperasi seperti mesin turbojet konvensional atau ditarik oleh sirkuit turbin gas klasik dengan efisiensi tinggi dan konsumsi bahan bakar yang ekonomis.
Teknologi Pre-Cooler dan Mode Ramjet
Ketika udara masuk menjadi terlalu panas dan cepat serta turbin tidak bisa lagi bertahan, Chimera beralih ke mode ramjet untuk akselerasi lebih tinggi.
Untuk melakukan ini sehalus mungkin, mesin dibantu oleh pre-cooler yang dikembangkan oleh Hermeus yang meningkatkan kecepatan maksimum mesin turbin gas dengan mengurangi suhu udara masuk secara drastis.
Dalam mode ramjet, udara dikompresi oleh gelombang kejut di intake udara dengan bahan bakar disuntikkan langsung ke aliran yang membakar tanpa turbin.
Ini memungkinkan perangkat berakselerasi hingga Mach 5 dan bahkan sedikit lebih tinggi tanpa kerusakan struktural yang biasa terjadi pada mesin konvensional di kecepatan tersebut.