TOS-1A Solntsepyok Rusia, Senjata Termobarik Paling Menakutkan di Medan Perang!
- Youtube
Cianjur – Bayangkan senjata yang bisa melenyapkan posisi musuh luas dalam hitungan detik dengan sistem begitu destruktif hingga parit, bunker, dan benteng kuat tidak ada lagi.
Senjata yang dirancang bukan hanya untuk menyerang tetapi untuk mendominasi dengan meruntuhkan pertahanan, merobek udara dari paru-paru, dan mengubah medan perang dengan satu tembakan salvo saja.
Senjata itu adalah TOS-1A Solntsepyok, sistem roket termobarik paling ditakuti Rusia yang baru dikirim dalam batch upgrade baru dengan perlindungan lebih baik.
Dilengkapi dengan peningkatan perlindungan terhadap drone dan ancaman serangan dari atas, sistem ini berdiri sebagai salah satu dukungan tembakan jarak dekat paling menghancurkan dalam peperangan modern yang mematikan.
Pengembangan dan Sejarah
Pada 13 November, majalah Military Watch menerbitkan informasi baru bahwa pasukan pertahanan radiasi, kimia, dan biologi Rusia menerima batch baru sistem roket termobarik TOS-1A dari Uralvagonzavod.
Ini bukan model standar karena mereka datang dengan modul perlindungan gabungan baru pada peluncur yang dirancang khusus untuk melindungi belahan atas sistem yang rentan dari drone FPV.
Dirangkum dari channel YouTube World_explorer-BD, untuk memahami mengapa sistem ini penting hari ini, kita harus kembali ke era Soviet akhir tahun 1970-an.
Jenderal Soviet menghadapi masalah karena artileri dan roket tradisional tidak dapat dengan andal membersihkan pertahanan gunung berkubu di Afghanistan dengan musuh bersembunyi di gua, bunker, dan lembah sempit.
Spesifikasi dan Kemampuan Sistem
Solusi Uni Soviet adalah radikal yaitu menciptakan senjata yang membunuh melalui tekanan, suhu, dan perpindahan oksigen bukan serpihan dengan mengubah udara di sekitar target menjadi bahan bakar.
Hasilnya adalah TOS-1 asli yang kemudian disempurnakan menjadi TOS-1A Solntsepyok yang tidak dirancang sebagai MLRS tipikal melainkan platform dukungan tembakan serangan langsung yang dipasang pada sasis tank.
TOS-1A meluncurkan roket termobarik 220 mm yang masing-masing mampu menutupi area luas dengan campuran bahan bakar udara yang menciptakan gelombang ledakan bertekanan tinggi.
Ledakan tidak bergantung pada fragmentasi melainkan pada fisika dengan suhu di dalam zona ledakan bisa melebihi 2.000 derajat Celcius yang menghancurkan struktur dan organ internal.