Armada Drone Tempur Asia Tenggara Makin Sangar, Ini Daftar Negara Terdepan!
Cianjur – Armada udara tanpa awak untuk tujuan ofensif mulai jadi primadona militer negara-negara Asia Tenggara. Drone tempur bisa meluncurkan rudal, bom, bahkan berperan sebagai munisi kamikaze dengan biaya operasional lebih murah.
Tren penggunaan drone tempur di kawasan ini bergeser dari pengintaian ke kemampuan serang penuh. Beberapa negara mulai serius bangun armada besar sementara yang lain masih eksperimen dengan drone mini.
Kemampuan drone tempur dalam operasi presisi tanpa risiko pilot bikin banyak negara investasi besar. Pengembangan drone lokal juga jadi fokus untuk kemandirian teknologi pertahanan udara.
Dilansir dari channel YouTube SEA5, berikut 5 negara dengan drone tempur terbanyak di Asia Tenggara tahun 2025.
5. Vietnam - Jumlah Belum Diketahui
Vietnam mulai operasikan drone tempur lokal buatan Viettel Group bernama VU-C2. Drone kamikaze kecil ini punya bentang sayap 1,5 meter dan berat cuma 8 kg tapi kemampuan sangar.
VU-C2 bisa terbang 40 menit atau sejauh 30 km lalu hantam target dengan kecepatan 130 km/jam. Jumlah pasti unit yang operasional belum dipublikasikan tapi kehadiran drone ini buktikan komitmen Vietnam bangun ekosistem drone tempur mandiri.
Drone tempur
- YouTube
4. Malaysia - 3 Unit
Malaysia masuk babak baru kekuatan drone dengan pembelian TAI Anka-S Turki sebanyak 3 unit tahun 2023. Drone MALE ini dilengkapi sistem komunikasi satelit untuk operasi jarak jauh tanpa batasan line of sight.
Anka-S punya bentang sayap 17,5 meter dan bisa terbang 30 jam dengan muatan 350 kg. Pengiriman pertama dijadwalkan Februari 2026 sesuai konfirmasi pemerintah Malaysia.
3. Thailand - 3 Unit Plus
Royal Thai Air Force operasikan Airtaf U1M lokal sebanyak 3 unit dengan dua titik hard point. Drone ini sukses uji coba luncurkan bom tiruan dan rudal ringan tahun 2023.
Thailand juga kembangkan drone mini bawa senapan M4 dan mortir bom yang jumlahnya belum diketahui. Drone mortir bahkan terlihat dalam konflik perbatasan dengan Kamboja untuk hancurkan pos lawan.
2. Myanmar - 4 Unit Plus
Angkatan udara Myanmar tercatat operasikan drone tempur CH-3A Tiongkok dengan sisa 4 unit aktif dari 12 unit yang dibeli. Myanmar juga operasikan dan produksi CH-4 dengan alih teknologi di bawah lisensi.