Hewan Chernobyl Bermutasi Akibat Radiasi, Bagaimana Mereka Bertahan dan Berevolusi Cepat?

Hewan Chernobyl
Sumber :
  • Youtube

Cianjur – Pada 26 April 1986 di Ukraina Utara, reaktor nomor 4 Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl meledak dahsyat menyebabkan reaktor mengalami kehancuran total.

img_title XF-108 Rapier Mach 3 Dibatalkan 1959, Rudal Nuklir Penghancur Pembom Soviet!

Ledakan itu menghasilkan semburan api dan asap yang membawa lebih dari satu jenis unsur radioaktif ke udara dan lingkungan sekitar dengan dua pekerja reaktor tewas seketika.

Sebanyak 28 petugas pemadam dan pekerja darurat lainnya meninggal dalam 3 bulan berikutnya karena paparan radiasi sangat tinggi.

img_title Kapal Perang Nuklir Admiral Nakhimov Rusia Hidup Lagi Setelah 30 Tahun Terbengkalai!

Untuk mencegah dampak lebih luas, sekitar 200.000 penduduk di sekitar wilayah Chernobyl harus dievakuasi karena area tersebut menjadi sangat berbahaya akibat debu dan partikel radioaktif yang menyebar.

Dilansir dari channel YouTube Belajar Dunia Purba, jumlah radiasi yang dilepaskan diperkirakan 400 kali lebih banyak daripada bom atom Hiroshima 1945.

img_title Sistem Pertahanan Udara S-300V Rusia Tangkal Rudal Balistik dan Drone Ukraina, Platform Bergerak Cepat Sulit Dihancurkan

Pemerintah Uni Soviet kemudian membentuk zona eksklusi Chernobyl seluas sekitar 2.600 kilometer persegi di bagian utara sebagai area sangat terkontaminasi radiasi.

Radiasi nuklir dapat menyebabkan berbagai penyakit mematikan seperti kanker, pembengkakan darah di hati, kelenjar getah bening, dan kelenjar tiroid yang gagal berfungsi.

Hewan peliharaan yang ditinggal majikannya seperti anjing diburu dan ditembak mati oleh aparat Uni Soviet guna mencegah persebaran radioaktif di luar zona eksklusi Chernobyl.

Dampak Radiasi pada Hewan dan Mutasi

Hutan merah adalah area hutan pinus seluas sekitar 600 hektar yang hangus akibat kebakaran dan paparan radiasi dengan pohon-pohon menyerap radiasi tinggi.

Sepuluh tahun kemudian, tingkat radiasi menurun secara bertahap dan kawasan yang dulunya beracun kini berubah menjadi salah satu cagar alam terbesar di Eropa dengan berbagai hewan hidup berdampingan.

Di area dengan radiasi paling tinggi, burung menunjukkan banyak kelainan genetik dengan otak lebih kecil dan pada burung layang-layang ditemukan sperma tidak sehat.

Penelitian 2007 menemukan di wilayah sangat terkontaminasi terdapat 66 persen lebih sedikit jumlah burung dibandingkan daerah kurang terkontaminasi menunjukkan dampak serius radiasi.

Antara 1986 hingga 1990 dilaporkan sekitar 350 anak hewan ternak lahir dengan kelainan fisik seperti anggota tubuh hilang atau berlebih.

Sebagai perbandingan, sebelum kecelakaan hanya tercatat tiga kasus cacat abnormal tetapi semakin meningkat setelah peristiwa terjadi membuktikan dampak radiasi pada reproduksi hewan.

Halaman Selanjutnya
img_title