B-21 Raider Pembom Generasi Keenam AS, Bagaimana AI dan Drone Mengubah Perang Udara?

B-21 Raider
Sumber :
  • Youtube

Cianjur – Pembom yang mengendalikan pasukan drone, benteng terbang yang dapat beroperasi tanpa pilot, dan pesawat perang generasi keenam dengan biaya sepertiga pendahulunya.

img_title Pembom Tu-22M3 Era Soviet Masih Diterbangkan Rusia, Bukan Karena Nostalgia!

B-21 Raider baru saja menghancurkan setiap aturan yang kita pikir tahu tentang pembom strategis dengan dua pesawat sudah terbang dan kemampuannya jauh melampaui menjatuhkan bom.

Angkatan Udara merahasiakan sebagian besar ini selama lebih dari satu dekade namun kini kebenaran akhirnya keluar dan mengubah segalanya.

img_title Boeing F-47 Generasi Keenam Terbang 2028, Bikin F-22 Raptor Terlihat Usang!

Terakhir kali Amerika mengungkap pembom baru adalah 1988 saat Perang Dingin masih berlangsung dan 37 tahun kemudian B-21 Raider mewakili sesuatu yang militer belum pernah bangun sebelumnya.

Dilansir dari channel YouTube Jet Insight, B-21 Raider dapat mengendalikan seluruh skuadron drone sambil menembus ruang udara musuh yang bukan sekadar menjatuhkan senjata.

img_title Tupolev Tu-95 Bear Terbang 70 Tahun, Suaranya Bisa Didengar Kapal Selam!

Pembom ini memerintahkan robot wingman yang terbang di depan, menguji pertahanan musuh, mengumpulkan intelijen, dan bahkan mengirimkan serangan sesuai perintah.

Mantan Menteri Pertahanan Lloyd Austin mengatakan saat B-21 diungkap 2022 bahwa teknologi penginderaan, komputasi, dan komunikasi pembom akan terbukti lebih berdampak daripada desain silumannya.

Angkatan Udara merancang pesawat ini dengan kecerdasan buatan di intinya di mana B-21 tidak hanya terbang misi tetapi memproses jumlah besar data medan perang secara real-time.

Pusat Komando Terbang dengan AI

B-21 terhubung dengan satelit, kapal, pasukan darat, dan jet tempur secara bersamaan bertindak sebagai pusat komando terbang.

Yang lebih mengejutkan, B-21 dapat terbang sepenuhnya tanpa awak jika diperlukan meskipun Angkatan Udara memperjelas manusia akan tetap mengendalikan misi nuklir.

B-21 menggunakan komputasi berbasis AI untuk menganalisis data di titik pengumpulan tanpa mengirim informasi kembali ke stasiun darat.

Ini memproses semuanya secara instan, mengidentifikasi ancaman, menghitung respons terbaik, dan berbagi informasi dengan semua yang membutuhkannya dari kapal hingga satelit luar angkasa.

B-21 dapat beroperasi dengan pengawal drone yang merespons perintahnya secara real-time menggunakan loyal wingman capability.

Angkatan Udara sudah mendemonstrasikan teknologi ini dengan F-35 dan F-22 mengendalikan drone Valkyrie namun menempatkan kemampuan ini ke pembom siluman jangkauan jauh mengubah seluruh persamaan.

Halaman Selanjutnya
img_title