Rusia Hidupkan Kembali Tornado-S MLRS Modern, Bagaimana Sistem Roket Presisi Ini Bekerja?
- Youtube
Cianjur – Langit Rusia tampak tenang namun di bawah debu lapangan militer Kapustin Yar, sesuatu yang sangat besar sedang terlahir kembali.
Raksasa beroda delapan terlihat mengesankan dengan barisan tabung roket masif di punggungnya yaitu Tornado-S sebagai sistem peluncur roket berganda paling modern yang pernah dimiliki Rusia.
Rusia telah lama dikenal sebagai negara dengan tradisi artileri terkuat di dunia mulai dari era Stalin's Organ hingga era modern. Filosofi tempur Rusia selalu sama yaitu jika musuh tidak dapat didekati maka hancurkan dari jauh dengan Tornado-S yang lahir dari warisan sistem BM-30 Smerch.
Dilansir dari channel YouTube NYK UPDATE, Tornado-S adalah peluncur roket kaliber 300 milimeter yang mampu menghujani ribuan kilogram bahan peledak di area luas.
Namun dalam perang modern, serangan acak tidak lagi cukup karena dunia bergerak ke era presisi sehingga Tornado-S diciptakan sebagai bentuk baru artileri jangkauan jauh dengan akurasi rudal taktis.
Roket Tornado-S tidak lagi buta dengan setiap proyektil dilengkapi sistem navigasi GLONASS versi Rusia dari GPS serta unit kontrol inersia.
Hal ini memungkinkan roket mengoreksi lintasan di udara sehingga setiap peluncuran bukan sekadar tembakan ke musuh melainkan serangan presisi pada titik koordinat spesifik.
Sistem Kontrol Digital dan Produksi Massal
Seluruh proses penembakan kini otomatis dengan sistem kontrol tembakan digital di dalam kabin menghitung arah angin, tekanan udara, dan kondisi medan.
Komputer balistik menentukan lintasan terbaik kemudian peluncur secara independen menyesuaikan sudut dan elevasi di mana kru hanya menekan tombol dalam hitungan detik.
Rusia kini tidak hanya mempertahankan Tornado-S tetapi meningkatkan dan memproduksinya dalam jumlah signifikan menurut laporan industri pertahanan.
NPO Splav memperkenalkan versi baru roket dengan jangkauan hingga 180 bahkan 200 kilometer menggunakan bahan bakar padat generasi baru dan sistem panduan lebih canggih.
Rusia juga memperluas fasilitas produksinya di tengah sanksi dan tekanan ekonomi global dengan diam-diam memperluas pabrik bahan bakar roket padat di Tula dan Perm.
Batch baru Tornado-S dilaporkan telah dikirim ke unit tempur garis depan sejak 2022 dengan peningkatan signifikan jumlah kendaraan peluncur dan kendaraan amunisi.