Kapal Selam Varshavyanka Rusia Luncurkan Rudal Kalibr Diam-Diam dari Laut Hitam!
- Youtube
Cianjur – Di Rusia dan Ukraina, banyak perhatian publik terfokus pada pertempuran darat, drone kamikaze, dan rudal hipersonik yang mematikan. Namun ada satu elemen militer Rusia yang beroperasi jauh dari pandangan media yaitu kapal selam Varshavyanka yang sangat sunyi.
Kapal ini adalah bagian dari Proyek 636.3 yang dikenal di dalam NATO sebagai kelas Kilo yang ditingkatkan dengan kemampuan canggih.
Tidak seperti kapal selam nuklir besar dan bising, Varshavyanka menggunakan tenaga diesel-listrik yang membuatnya lebih sunyi dan ideal untuk operasi di perairan terbatas.
Armada Varshavyanka di Laut Hitam
Selama perang Ukraina, kapal selam ini memungkinkan Rusia meluncurkan serangan rudal dari bawah permukaan dengan risiko deteksi sangat rendah.
Rusia menugaskan enam kapal selam kelas Varshavyanka ke Armada Laut Hitam yaitu B-261 Novorossiysk, B-237 Rostov-on-Don, B-262 Stary Oskol, B-265 Krasnodar, B-268 Veliky Novgorod, dan B-271 Kolpino.
Kapal-kapal ini dibangun di galangan kapal Admiralty Shipyards di St. Petersburg dan dikirim antara 2014 hingga 2017 dengan spesifikasi sangat canggih. Setiap kapal memiliki panjang sekitar 73 meter, displacement terendam 3.900 ton, dan diawaki oleh sekitar 50 personel terlatih.
Sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, kapal-kapal ini berbasis di Sevastopol, Krimea untuk operasi strategis di Laut Hitam. Namun sejak 2023, serangan drone laut Ukraina telah membuat pelabuhan tidak aman untuk kapal selam Rusia.
Keunggulan Operasional Strategis
Dirangkum dari channel YouTube KYR Military, sebagian besar kapal selam kemudian dipindahkan ke Novorossiysk di pantai Rusia untuk mengurangi risiko kerusakan.
Diperkirakan dua hingga tiga kapal tetap aktif hingga 2025 melakukan patroli dan peluncuran rudal dari wilayah selatan Laut Hitam yang strategis.
Ada beberapa alasan mengapa Rusia sangat mengandalkan kapal selam Varshavyanka dalam operasi militernya di Ukraina. Pertama, kapal-kapal ini dirancang untuk perairan dangkal di mana Laut Hitam tidak terlalu dalam dan kapal nuklir besar kesulitan bermanuver di sana.
Varshavyanka lebih kecil, lebih fleksibel, dan mampu beroperasi dekat pantai tanpa terdeteksi oleh sistem sonar musuh. Kedua, biaya operasional mereka rendah karena sistem diesel-listrik membuat mereka lebih hemat bahan bakar dan lebih mudah dirawat dibanding kapal selam nuklir.