Perang Rusia-Ukraina Tahun Keempat, Bagaimana Strela-10 Masih Relevan di Medan Tempur!
- Youtube
Cianjur – Perang antara Rusia dan Ukraina kini memasuki tahun keempat dengan apa yang dulunya disebut invasi telah menjadi perang berkepanjangan. Garis depan bergeser beberapa kilometer setiap bulan tanpa lagi ada serangan kilat mengejutkan seperti tahun-tahun awal.
Yang tersisa adalah perang posisi, tembakan artileri, dan pertempuran jarak dekat yang melelahkan bagi kedua belah pihak. Bagi sebagian besar dunia, perang ini bukan lagi peristiwa sementara melainkan realitas geopolitik baru yang harus dihadapi.
Dilansir dari channel YouTube KYR MILITARY, pertempuran paling intens terjadi di sekitar kota Pokrovsk di wilayah Donetsk dengan pasukan Rusia mendorong dari sisi utara kota.
Ukraina mempertahankan garis pertahanan yang telah dibangun selama berbulan-bulan dengan senjata buatan Barat untuk serangan presisi.
Rusia mengandalkan artileri berat dan drone kamikaze untuk menekan posisi musuh tanpa keunggulan jelas bagi kedua belah pihak. Hasilnya adalah kedua belah pihak saling menguras sumber daya dan waktu dalam apa yang disebut analis sebagai perang atrisi.
Strela-10 Sistem Pertahanan Udara Lawas
Di tengah penggunaan drone dan sistem pertahanan modern secara luas, Rusia masih mengandalkan senjata lama seperti 9K35 Strela-10. Sistem pertahanan udara jarak pendek ini pertama kali diperkenalkan Uni Soviet pada akhir 1970-an dan terbukti masih efektif.
Strela-10 dipasang pada kendaraan MT-LB dan membawa empat tabung peluncur untuk rudal berpemandu inframerah dan optik. Sistem ini tidak menggunakan radar aktif sehingga sulit dideteksi dan relatif kebal terhadap gangguan elektronik.
Rudalnya seperti 9M37 atau 9M333 dapat melawan target sejauh 5 kilometer dengan kecepatan hingga dua kali kecepatan suara. Di medan tempur Ukraina, Strela-10 digunakan untuk menembak jatuh drone pengintai terbang rendah dan helikopter serang.
Keunggulannya adalah mobilitas, kesederhanaan, dan daya tahan dalam kondisi perang elektronik yang padat.
Namun kelemahannya juga jelas dengan jangkauan terbatas dan kemampuan sangat rendah melawan jet tempur modern meski tetap efektif melindungi pasukan darat dari ancaman udara jarak dekat.
Reaksi Dunia dan Kelelahan Politik
Reaksi dunia terhadap perang ini tetap terbagi dengan negara-negara Barat khususnya NATO dan Uni Eropa tetap menjadi pendukung utama Ukraina. Bantuan militer, keuangan, dan kemanusiaan terus mengalir meski kelelahan politik mulai terlihat di dalam Eropa.