Prelude FLNG Kapal Raksasa Shell, Bagaimana Kilang Terapung Ini Proses Gas Alam!
- Youtube
Cianjur – Prelude FLNG adalah kapal raksasa yang dibangun bukan sebagai kapal militer, tanker, kargo, atau pesiar melainkan kilang gas alam cair terapung. Royal Dutch Shell menginvestasikan miliaran dolar untuk membuat solusi revolusioner dalam industri ekstraksi gas alam lepas pantai.
Konsep ini lahir dari tantangan baru di mana gas yang dihasilkan bisa langsung diproses dan disimpan di laut tanpa harus dibawa ke daratan. LNG Plant merupakan penghubung antara kompleks produksi gas alam dan transportasi yang membawa gas ke pelanggan.
Dilansir dari channel YouTube NICEON, gas alam bersifat gaseus sehingga tidak memungkinkan dimasukkan ke dalam tanker karena volume yang dibutuhkan tidak memadai.
LNG Plant bekerja mengolah bahan bakar dari wujud gas ke wujud cair yang secara signifikan meningkatkan kepadatannya.
Masalahnya fasilitas LNG sangat kompleks dan mahal sementara sumber daya alam semakin habis dengan ladang besar menjadi langka.
Ladang baru yang ditemukan tidak begitu besar atau terletak di tempat sulit dijangkau dengan banyak berada di laut yang membutuhkan infrastruktur pipa sangat mahal.
Konsep dan Pengembangan Prelude FLNG
Para insinyur mempunyai ide membangun LNG terapung yang dapat dibawa ke ladang gas atau platform minyak. Platform bisa dibuat mobile ketika ladang mulai habis dan berpindah ke lokasi lain yang jauh lebih hemat dibanding meninggalkan fasilitas miliaran dolar.
Ide ini mendapat lampu hijau dari Royal Dutch Shell tahun 2011 dengan asumsi kilang dapat dikirim ke berbagai ladang lepas pantai. Shell menginvestasikan upaya luar biasa dalam penelitian dan pengembangan untuk membuat jalur pemrosesan menjadi ringkas dan sekompak mungkin.
Meski upaya ini berhasil, kilang masih cukup besar dengan massa mencapai 260.000 ton atau dua kali lipat massa kapal induk bertenaga nuklir. Biaya proyek diperkirakan berkisar antara 10,8 hingga 12,6 miliar dolar namun tidak seberapa dibanding keuntungan yang didapat.
Shell menggandeng raksasa industri termasuk Samsung Heavy Industries dari Korea dan Technip dari Prancis. Technip bertanggung jawab atas desain dan instalasi pabrik sementara Samsung membangun kapal raksasa untuk menampung kilang LNG.