Anduril Terbangkan Drone Tempur YF-44A, Bagaimana Konsep Loyal Wingman Bekerja?

YF-44A Loyal Wingman
Sumber :
  • Youtube

Cianjur – Pada 31 Oktober 2025, Anduril Industries berhasil menerbangkan prototipe drone tempur Loyal Wingman bernama YF-44A untuk pertama kalinya. Percobaan ini bukan sekadar pamer kecepatan atau ketinggian melainkan bukti desain baru bisa menjalankan misi dasar secara otonom.

img_title XF-108 Rapier Mach 3 Dibatalkan 1959, Rudal Nuklir Penghancur Pembom Soviet!

Drone ini mampu lepas landas, terbang mengikuti rute, lalu mendarat sendiri tanpa ada pilot manusia yang memegang kendali. Keberhasilan ini penting karena menunjukkan langkah nyata menuju masa depan jet berawak dan drone canggih terbang bersama menjadi satu tim.

Dirangkum dari channel YouTube master militer, YF-44A atau sebelumnya disebut Fury adalah prototipe untuk program Collaborative Combat Aircraft milik Angkatan Udara Amerika Serikat.

img_title Boeing F-47 Generasi Keenam Terbang 2028, Bikin F-22 Raptor Terlihat Usang!

Konsep Loyal Wingman pada dasarnya adalah pesawat tak berawak yang dirancang untuk menemani pesawat tempur berawak seperti F-35.

Drone seperti ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan pilot manusia melainkan memperluas kemampuan pesawat berawak.

img_title Bom Luncur Rusia Dijatuhkan Puluhan Kilometer, Ukraina Kesulitan Tangkis!

Jet tempur utama akan membawa asisten yang bisa melakukan tugas berbahaya atau menambah jumlah kekuatan tembak tanpa menempatkan pilot lebih banyak dalam bahaya.

Spesifikasi Teknis YF-44A

Penerbangan YF-44A sendiri dilakukan di California dengan fokus pada pembuktian kemampuan otonomi dasar. Uji tersebut menilai apakah drone bisa mengikuti rencana misi yang sudah diprogram dan menjalankan fase penerbangan secara mandiri.

Secara desain, YF-44A dibuat sebagai pesawat yang relatif kecil jika dibandingkan jet tempur berawak. Anduril menyebut dimensi drone ini hampir setengah dari ukuran F-16 Fighting Falcon dengan panjang sekitar 6,1 meter dan lebar bentang sayap 5,2 meter.

Untuk tenaga, YF-44A memakai satu mesin turbo Williams FJ44-4M yang dipilih karena ketersediaan komersial. Desainnya tidak dimaksudkan untuk menyaingi jet berawak dalam hal kecepatan atau kemampuan manuver ekstrem melainkan menyeimbangkan performa dengan biaya.

Anduril memakai mesin komersial dan desain modular agar produksinya bisa cepat dan biayanya terjangkau. Tujuannya adalah memungkinkan angkatan udara menerjunkan ratusan drone pendamping ini untuk mendukung aset utama seperti F-22 dan F-35.

Persaingan dengan Prototipe Lain

Dalam program Collaborative Combat Aircraft, YF-44A bukan satu-satunya peserta yang sedang diuji. Sebelumnya General Atomics Aeronautical Systems sudah terlebih dulu menerbangkan prototipe lain yaitu XQ-67A pada Agustus lalu.

Halaman Selanjutnya
img_title