Ternyata Ini Alasan Indonesia Borong Alutsista Turki Senilai Ratusan Triliun, Bikin Takjub!
- Pinterest.com
Cianjur – Indonesia lagi heboh nih soal pembelian alutsista Turki yang nilainya fantastis banget. Presiden Prabowo Subianto baru saja sepakat beli 48 pesawat tempur senilai Rp1 triliun. Belum lagi drone Bayraktar TB3 dan Akinci yang total Rp7,8 triliun!
Industri militer Turki memang lagi naik daun. Negara ini punya produk pertahanan yang kualitasnya udah diakui dunia. Jadi wajar kalau Indonesia tertarik banget sama teknologi militer mereka.
Pembelian pesawat tempur dan drone ini bukan tanpa alasan. Indonesia butuh modernisasi pertahanan yang serius. Kerjasama dengan Turki dianggap paling menguntungkan saat ini.
Transfer teknologi dari Turki juga jadi daya tarik utama. Indonesia bisa belajar bikin alutsista sendiri. Ini langkah penting menuju kemandirian pertahanan nasional. Berikut ini fakta dan deretan alasan dibalik pembelian alutsista Turki.
1. Kisah Perjalanan Industri Pertahanan Turki yang Menginspirasi
Dulu Turki juga kayak Indonesia, ketergantungan sama negara lain. Mustafa Kemal Ataturk mulai sadar pentingnya kemandirian militer. Dia bangun fondasi industri pertahanan dari nol.
Tahun 1950-an mulai dibangun bengkel senjata dan pabrik peluru. Galangan kapal Golcuk juga berdiri jadi yang terbesar. Tapi sayangnya Ataturk masih impor senjata untuk hemat waktu.
Setelah Ataturk meninggal tahun 1938, industri militer Turki stagnan. Perang Dunia II bikin ekonomi mereka hancur. Amerika datang kasih bantuan tapi ada harga yang harus dibayar.
2. Ketergantungan pada Amerika dan Momen Kebangkitan
Turki masuk NATO dan dapat bantuan senjata Amerika yang banyak. Mereka jadi tergantung banget sama dukungan finansial AS. Semua peralatan militer dari Amerika Serikat.
Tahun 1964 jadi titik balik penting buat Turki. Operasi Siprus bikin Amerika embargo senjata mereka. Turki sadar nggak bisa pakai senjata Amerika sesuka hati.
Moment ini bikin Turki paham betapa pentingnya kemandirian alutsista. Mereka mulai serius bangun industri dalam negeri. Nggak mau lagi bergantung sama negara lain.
3. Lahirnya Raksasa Industri Militer Turki Modern
Tahun 1970 lahir perusahaan-perusahaan besar seperti Turkish Aerospace Industry. Ada juga Aselsan, Roketsan, dan Havelsan yang kita kenal sekarang. Mereka mulai produksi dalam negeri dengan transfer teknologi.