Trump Usulkan Kapal Perang Lapis Baja Kembali ke Armada Angkatan Laut AS!
- Youtube
Cianjur – Presiden Donald Trump memicu perdebatan signifikan di kalangan militer dan pertahanan dengan mengusulkan pengembalian battleship ke Angkatan Laut Amerika Serikat.
Pada September 2025 Trump mengungkapkan pertimbangan serius untuk memperkenalkan kembali kapal perang lapis baja berat berfokus meriam yang telah absen dari armada aktif Angkatan Laut sejak 1992 dengan alasan kekhawatiran konstruksi kapal modern.
Berbicara di KTT militer profil tinggi bersama pemimpin militer senior AS di Pangkalan Korps Marinir Quantico Virginia, Trump memperluas alasannya untuk proposal ini.
Inti dari advokasi Trump terletak pada kritik fundamental terhadap material konstruksi naval modern dengan keraguan vokal tentang lambung aluminium yang digunakan kapal kontemporer yang dianggap tidak memadai menahan ancaman modern dibandingkan baja solid battleship kelas Iowa.
Argumen Daya Tahan dan Kekuatan Tembak
Dirangkum dari channel YouTube US Defense News, Trump menyatakan keprihatinan bahwa aluminium meleleh saat rudal masih berjarak dua mil mendekat berbeda dengan baja tebal 6 inci battleship.
Preferensi Trump untuk baja atas aluminium mencerminkan kekhawatiran lebih luas tentang integritas struktural kapal perang modern ketika menghadapi ancaman rudal anti-kapal meskipun mungkin terlalu menyederhanakan sifat metalurgi aluminium yang telah disempurnakan signifikan sejak era Perang Dingin.
Trump juga menekankan kekuatan destruktif luar biasa persenjataan battleship tradisional dengan meriam 16 inci kelas Iowa mampu menembakkan peluru seberat 2.000 pon.
Trump membandingkan kekuatan tembak konvensional ini dengan biaya dan kompleksitas sistem rudal modern dengan mencatat bahwa peluru lebih murah daripada rudal yang menyentuh pertimbangan ekonomi asli dalam mempertahankan stok amunisi.
Konteks Geopolitik dan Ekspansi Tiongkok
Proposal Trump muncul dalam konteks geopolitik spesifik karena Tiongkok melakukan program ekspansi naval masif menghasilkan armada terbesar dunia berdasarkan jumlah kapal.
Perkembangan ini mendorong kepemimpinan militer Amerika mempertimbangkan kembali pendekatan tradisional dominasi naval dengan proposal battleship Trump mewakili upaya mengembalikan kekuatan naval Amerika sebagai alternatif historis strategi bergantung kapal induk yang mendefinisikan operasi Angkatan Laut AS sejak Perang Dunia II.
Proposal ini juga datang di tengah diskusi lebih luas dalam Pentagon tentang komposisi masa depan Angkatan Laut dengan kontrak 3,5 miliar dolar untuk 2.800 kapal kecil tanpa awak.