Howitzer 2A65 Msta-B Rusia Berusia 3 Dekade Masih Jadi Tulang Punggung Perang Darat!
- Youtube
Cianjur – Dalam perang modern, keunggulan tidak hanya ditentukan oleh jet tempur atau rudal presisi tinggi saja. Di medan perang nyata, kemenangan sering ditentukan oleh artileri yang memberikan kekuatan destruktif besar dari jarak jauh.
Di antara banyak sistem artileri milik Rusia, ada satu nama yang tetap relevan meski usianya lebih dari 3 dekade yaitu howitzer 2A65 Msta-B.
Howitzer ini masih aktif digunakan dalam konflik Rusia-Ukraina yang membuktikan bahwa meski teknologi terus maju, kekuatan tembakan artileri konvensional tetap jadi tulang punggung strategi perang darat.
Dilansir dari channel YouTube XUROC, howitzer 2A65 Msta-B dikembangkan akhir 1970-an oleh Biro Desain Titan Barikadi di Volgograd, Uni Soviet.
Desainnya muncul dari kebutuhan menggantikan sistem artileri tua seperti D-20 yang sudah ketinggalan zaman untuk perang modern. Uni Soviet ingin howitzer baru yang bisa tembak lebih jauh, lebih cepat, dan bisa gunakan amunisi modern yang lebih efektif.
Nama Msta diambil dari sungai di Rusia sementara huruf B singkatan dari buksiruyemaya yang artinya versi ditarik kendaraan.
Versi self-propelled dari sistem ini bernama 2S19 Msta-S yang dipasang pada sasis beroda rantai dengan mesin sendiri. Msta-B masuk layanan tahun 1987 saat Uni Soviet mempersiapkan sistem ini untuk kemungkinan perang besar di Eropa Timur.
Spesifikasi Teknis Howitzer Msta-B
Howitzer Msta-B punya kaliber 152 mm dengan panjang sekitar 8 meter dan berat tempur mencapai 6.800 kg yang cukup berat.
Untuk mengoperasikannya butuh kru 8 orang mulai dari direktur tembakan, pemuat amunisi, sampai pengemudi truk penarik. Salah satu fitur utama adalah sistem rem moncong tiga ruang di ujung laras yang berfungsi kurangi efek recoil saat peluru ditembakkan.
Laras punya sistem recoil hidropneumatik yang minimalkan getaran sehingga memungkinkan tembakan lebih akurat bahkan dengan kecepatan tinggi.
Msta-B bisa tembakkan berbagai jenis amunisi standar Soviet 152 mm termasuk peluru fragmentasi, penghancur benteng, dan peluru asap.
Sistem ini juga kompatibel dengan peluru terpandu laser 3OF39 Krasnopol yang mampu terlibat target dengan presisi tinggi asalkan dibantu penanda laser atau drone pengintai.