Drone Intai Mini Black Hornet TNI AD, Sekecil Telapak Tangan Tapi Super Canggih!
- Pinterest.com
Cianjur – Teknologi militer Indonesia terus berkembang pesat. Salah satu inovasi paling menarik adalah kehadiran drone intai mini nano Black Hornet PD100 yang kini menjadi andalan TNI Angkatan Darat.
Drone intai mungil ini punya ukuran super kecil. Bayangkan aja, panjangnya cuma 16,8 cm dengan berat 33 gram, benar-benar seukuran telapak tangan orang dewasa.
Meski kecil, kemampuan Black Hornet tidak bisa diremehkan. Drone buatan Norwegia ini dilengkapi kamera beresolusi tinggi dan teknologi penglihatan malam yang canggih banget.
TNI Angkatan Darat mulai pakai Black Hornet sejak 2021. Drone ini jadi aset intelijen penting di era modern dimana informasi adalah segalanya. Penasaran dengan kecanggihan drone ini? Yuk simak deretan fakta lengkapnya!
1. Spesifikasi Teknis yang Bikin Takjub
Black Hornet PD100 diproduksi oleh Prox Dynamics dari Norwegia. Drone ini resmi diluncurkan Oktober 2014 dan langsung jadi primadona militer dunia.
Ukurannya memang mini banget. Diameter baling-balingnya cuma 12,3 cm, bikin drone ini super lincah dan susah dideteksi musuh.
Kemampuan terbangnya juga impressive. Kecepatan maksimalnya mencapai 18 km/jam dengan durasi terbang sampai 25 menit per charge.
Jangkauan efektifnya lumayan jauh. Black Hornet bisa terbang hingga 1,6 km dari operator sambil kirim data real-time.
2. Kamera Super Jernih untuk Misi Rahasia
Kamera Black Hornet dilengkapi teknologi dari Flir Systems. Resolusi videonya mencapai 720p, cukup tajam untuk identifikasi target.
Fitur andalannya adalah penglihatan malam atau night vision. Drone ini bisa merekam gambar termal, jadi tetap efektif meski gelap gulita atau berkabut.
Stabilisasi digitalnya bikin gambar tetap smooth. Bahkan di angin kencang sekalipun, hasil rekaman tetap tajam dan jelas.
Sistem navigasinya pakai GPS dan sensor inersia. Operator bisa pilih mode otonom atau kontrol manual sesuai kebutuhan misi.
3. Penggunaan oleh Yonhub TNI AD
Yonhub atau Batalyon Perhubungan TNI AD jadi unit utama pengguna Black Hornet. Mereka pakai drone ini untuk berbagai operasi taktis dan pengintaian.
September 2022, Black Hornet unjuk gigi di latihan taktis peleton. Hasilnya mengesankan, pasukan bisa deteksi posisi musuh tanpa harus mendekat langsung.