Lima Wilayah Terra Nullius di Dunia yang Tidak Dimiliki Negara Manapun!
- Youtube
Cianjur – Ketika melihat peta dunia, kita berpikir bahwa setiap sentimeter persegi milik sebuah negara dengan batas yang jelas dan bendera yang berkibar.
Peta menunjukkan dunia sebagai tempat yang bersih dan tertata rapi dengan sempurna tanpa ada wilayah yang kosong atau tanpa pemilik.
Namun ini sebenarnya ilusi atau kebohongan besar karena bahkan di dunia tertata yang ditampilkan peta ada wilayah hantu tanpa pemilik.
Dalam politik internasional, wilayah ini disebut terra nullius atau tanah tak bertuan yang tidak ada negara yang mengklaimnya sebagai milik mereka.
Lima tempat yang akan kita kunjungi hari ini cukup besar untuk menjadi negara tapi tidak dimiliki siapa pun dengan cerita yang sangat mengejutkan.
Dirangkum dari channel YouTube Context Türkçe, sementara konflik terjadi untuk mendapat 10 meter tambahan wilayah, tanah-tanah ini tidak bisa dikuasai siapa pun.
Antartika memang punya pemilik tapi ada satu wilayah yang tidak diklaim yaitu Marie Byrd Land yang sangat sulit dijangkau siapa pun. Amerika Serikat melarang negara manapun mengklaim wilayah ini meski AS sendiri tidak mengklaimnya untuk dirinya sendiri yang sangat aneh.
Sengketa Perbatasan Serbia dan Kroasia
Perpecahan Yugoslavia mengubah semua keseimbangan peta dengan menciptakan tujuh negara baru termasuk Serbia dan Kroasia yang berbatasan di Sungai Danube.
Selama bertahun-tahun, Sungai Danube mengubah alirannya dan menciptakan pulau-pulau baru sehingga perbatasan berubah dan memicu sengketa wilayah baru.
Serbia ingin aliran sungai saat ini sebagai batas karena geografi menuntutnya sedangkan Kroasia bilang batas tercatat harus tetap karena hukum menuntutnya.
Ada wilayah bernama Gornja Siga di tepi barat Danube yang tidak diklaim kedua negara karena alasan strategis perbatasan wilayah yang rumit.
Bir Tawil yang Tidak Diinginkan
Bir Tawil adalah contoh paling terkenal dari wilayah terra nullius yang melibatkan Inggris, Mesir, dan Sudan dalam sengketa perbatasan Afrika.
Inggris menggambar dua perbatasan berbeda di mana Bir Tawil dan Segitiga Halaib saling bertukar posisi antara Mesir dan Sudan yang strategis.