Jet Tempur Rusia Su-30SM Kehilangan Taringnya di Langit Ukraina, Ini Sebabnya!
- Youtube
Cianjur – Langit Ukraina jadi saksi perubahan besar dalam dunia perang udara modern. Radar, rudal, dan drone kini menentukan segalanya tanpa ada lagi duel panjang seperti di film.
Yang menentukan hanya siapa yang terlihat duluan dan siapa yang sempat menembak lebih cepat. Di tengah situasi itu, Rusia menurunkan jet kebanggaannya Su-30SM yang dulu dijuluki penari langit.
Su-30SM lahir dari keluarga besar Su-27 Flanker, jet legendaris buatan Uni Soviet yang dimodernisasi. Ketika Uni Soviet bubar, Rusia ingin versi yang lebih modern untuk menyerang dari udara, laut, dan darat sekaligus.
Huruf SM berarti Serial Modernized sebagai versi khusus untuk angkatan udara Rusia. Jet ini memiliki dua mesin AL-31FP dengan sistem thrust vectoring yang memungkinkan arah semburan mesin digerakkan untuk memutar pesawat.
Hasilnya, Su-30SM bisa bermanuver tajam bahkan di kecepatan rendah seperti helikopter bersayap jet. Pesawat ini bisa membawa 8 ton senjata di 12 titik gantung mulai dari rudal udara ke udara R-77 dan R-73 hingga rudal anti kapal KH-35.
Dirangkum dari channel YouTube XUROC, Su-30SM mulai dikenal dunia saat dikerahkan ke Suriah pada 2015 untuk mengawal pesawat pembom Rusia. Tidak ada Su-30SM yang jatuh di Suriah karena berhasil menyelesaikan ratusan misi tanpa kehilangan satupun unit.
Namun jika dilihat lebih dekat, lawan di Suriah tidak punya pertahanan udara kuat atau jet canggih yang mengancam. Su-30SM tampil baik tapi belum benar-benar diuji dalam perang yang seimbang dengan teknologi modern.
Semuanya berubah ketika invasi Rusia ke Ukraina dimulai pada 2022 dengan menurunkan banyak Su-30SM dari berbagai pangkalan. Tugasnya menguasai udara dan mendukung pasukan darat, tetapi Ukraina bukan Suriah yang lemah.
Langit Ukraina penuh radar buatan Barat dengan rudal Patriot, NASAMS, dan IRIS-T yang saling terhubung dan selalu aktif. Su-30SM yang besar dan tidak siluman langsung jadi target empuk bahkan sebelum sempat meluncurkan serangan.
Laporan menunjukkan beberapa Su-30SM hancur di pangkalan Saki di Krimea akibat serangan rudal jarak jauh Ukraina yang tepat sasaran. Pilot Rusia kini lebih berhati-hati dan jarang masuk jauh ke wilayah Ukraina untuk menghindari kehilangan pesawat.