Arab Saudi Bangun Sungai Bawah Tanah 8.700 Mil, Solusi Krisis Air di Gurun!
- Youtube
Cianjur – Arab Saudi memompa jutaan galon air garam dan menariknya ke bawah tanah untuk mengatasi krisis air. Negara di jantung Timur Tengah ini dulunya terjebak dalam kekurangan air kronis yang mengancam kehidupan.
Kini situasinya berbalik karena Saudi berhasil menciptakan sistem sungai bawah tanah di tengah gurun. Negara ini sama sekali tidak memiliki sungai alami, danau, atau sumber air tawar permanen.
Sejak 2021, Arab Saudi telah membangun lebih dari 522 bendungan yang berfungsi menampung air hujan dan air banjir. Air dikumpulkan terutama dari wadi yaitu dasar sungai kering yang hanya terisi saat hujan turun.
Meskipun curah hujan di Arab Saudi sangat minim hanya beberapa inci per tahun, bendungan ini mampu memanfaatkan setiap tetes air. Total kapasitas seluruh bendungan kini mencapai sekitar 650 miliar galon air untuk mencegah penguapan.
Bendungan Wadi Hali terletak 14 km sebelah timur Kota Qia di Provinsi Makkah sebagai yang terbesar kedua. Dibangun antara 2003 hingga 2009, bendungan ini punya kapasitas waduk mencapai hampir 250 juta meter kubik air.
Dirangkum dari channel YouTube Trend Populer, di wilayah Mekah saja Arab Saudi memiliki sekitar 60 bendungan dengan total kapasitas 232 miliar galon air. Jumlah luar biasa untuk negara yang dikenal sebagai salah satu wilayah terkering di dunia.
Sumber utama air Saudi bukan berasal dari sungai atau waduk melainkan dari air tanah atau danau bawah tanah raksasa. Menurut survei geologi, terdapat sekitar 26 triliun galon air tersimpan di bawah tanah Saudi.
Hanya sebagian kecil air tersebut yang terbarukan sekitar 739 miliar galon per tahun yang dapat diisi kembali oleh hujan. Sebagian besar sisanya adalah air fosil atau air purba yang terperangkap di bawah tanah selama ribuan bahkan jutaan tahun.
Air fosil terbentuk pada masa ketika Jazirah Arab masih jauh lebih basah dengan hujan sering turun. Seiring waktu, air meresap ke tanah dan terkumpul di akuifer alami yang besar hingga kini dipompa keluar.
Arab Saudi menggunakan jauh lebih banyak air daripada yang dapat diisi ulang secara alami untuk minum, sanitasi, industri, hingga irigasi. Permintaan air sangat besar tetapi pasokan air tanah terbarukan justru sangat terbatas dan sulit diprediksi.