Oman Bangun Kota Tanpa Gedung Pencakar Langit, Ini Visi 2040 yang Unik!
- Youtube
Cianjur – Oman punya pendekatan berbeda dalam membangun mega proyek dibanding negara Teluk lainnya. Tidak ada pulau buatan, polisi robot, atau taksi terbang seperti di Dubai dan Abu Dhabi.
Negara ini justru fokus membangun distrik terencana dengan energi terbarukan tanpa satu pun gedung pencakar langit. Gedung tertinggi di Muscat hanya 16 lantai, sebuah hotel yang baru dibangun tahun 2016.
Sultan Qaboos naik tahta tahun 1970 ketika Oman masih jadi negara terisolasi dengan hanya 10 km jalan beraspal. Kebanyakan rakyat hidup tanpa listrik dan kesulitan mendapat air bersih yang layak.
Sultan Qaboos punya visi berbeda dengan tidak mengadaptasi gaya Barat seperti tetangganya. Ia memutuskan setiap bangunan di Muscat harus menyatu dengan tebing pesisir dan pegunungan sekitarnya.
Oman kini menghadapi tantangan baru karena minyak dan gas menyumbang 50 persen PDB negara. Pendapatan pemerintah 70 persen berasal dari sektor ini sehingga ketergantungan pada satu sektor sangat berisiko.
Dirangkum dari channel YouTube MegaBuilds, Badan Energi Internasional memprediksi permintaan minyak global bisa mencapai puncak pada 2030. Populasi Oman juga akan meledak dari 4,5 juta menjadi 8,5 juta jiwa pada 2040.
Visi 2040 Oman lahir dari diskusi bertahun-tahun dengan pemimpin bisnis hingga nelayan di desa pesisir. Rakyat menginginkan kemajuan tetapi tidak mengorbankan nilai tradisional mereka yang sudah mengakar.
Rencana ini mencakup zona ekonomi khusus untuk menarik bisnis internasional dan proyek infrastruktur besar-besar. Program nasional untuk meningkatkan diversifikasi ekonomi juga menjadi fokus utama pemerintah.
Sistem pendidikan dirombak total untuk melatih generasi Oman dengan keterampilan masa depan seperti AI, blockchain, dan robotika. Pemerintah juga merestrukturisasi layanan publik dan menerapkan ekonomi sirkular di mana limbah menjadi sumber daya.
Sultan Haitham City menjadi pengembangan penting dengan 19 lingkungan seluas tiga kali Central Park New York. Tidak ada pulau buatan atau teknologi berlebihan, hanya konsep kota pintar yang ramah lingkungan.
Muscat sudah memasang lebih dari 13.000 lampu jalan LED pintar yang mengurangi penggunaan energi hingga 85 persen. Sultan Haitham City mengembangkan konsep ini dengan jaringan sensor memantau kualitas udara hingga arus lalu lintas.