Rusia Luncurkan Kapal Selam Khabarovsk, Senjata Kiamat yang Bawa Torpedo Nuklir Poseidon!
- Youtube
Cianjur – Rusia secara diam-diam meluncurkan kapal selam nuklir Khabarovsk pada 1 November 2025 di galangan kapal Sevmash Severodvinsk. Tidak ada upacara besar atau undangan media, hanya laporan singkat dari Kementerian Pertahanan Rusia dan beberapa foto buram.
Khabarovsk bukan kapal selam nuklir biasa karena dijuluki sebagai kapal selam Armageddon. Misinya jauh lebih sunyi namun mengerikan dibanding meluncurkan rudal balistik atau berburu kapal musuh.
Kapal selam ini berasal dari proyek rahasia 09851 yang dirancang khusus untuk membawa torpedo raksasa Poseidon. Torpedo nuklir ini berukuran hampir 24 meter dengan berat 100 ton dan memiliki reaktor mini di dalamnya.
Poseidon dapat berlayar ribuan kilometer tanpa henti dengan kecepatan 200 km per jam di bawah air. Kecepatannya yang tinggi membuat sistem pertahanan mana pun hampir mustahil mengejarnya di laut dalam.
Torpedo Poseidon mampu membawa hulu ledak nuklir berkekuatan 2 hingga 100 megaton untuk menciptakan tsunami radioaktif.
Dilansir dari channel YouTube Crok, gelombang tsunami setinggi 300 meter ini dapat menyapu seluruh garis pantai dan mengubah kota menjadi gurun bercahaya.
Khabarovsk dapat membawa enam unit Poseidon sekaligus dalam satu misi tempur. Artinya, satu kapal ini cukup untuk menenggelamkan enam negara pesisir besar atau bahkan menghapus Amerika Serikat dari peta dunia.
Kapal selam ini ditenagai reaktor nuklir generasi terbaru Rusia OK-650V dengan sistem propulsi pump jet yang sangat senyap. Suara baling-balingnya hampir tidak terdeteksi oleh sonar pasif NATO yang canggih sekalipun.
Lambung Khabarovsk dilapisi ubin anechoic, material penyerap suara yang membuat pantulan sonar tampak seperti memantul dari dinding kosong. Kapal ini dapat menyelam hingga kedalaman lebih dari 500 meter dan bertahan lebih dari 100 hari tanpa muncul ke permukaan.
Sistem sensor bawah air Khabarovsk memindai ribuan kilometer persegi dengan sonar yang terhubung ke jaringan sensor Rusia lainnya.
Sonarnya bukan sekadar pendengar, melainkan otak yang menghubungkan kapal dengan drone laut, pelampung intelijen, dan sistem Poseidon itu sendiri.
Khabarovsk dipercaya dilengkapi AI navigasi bawah air yang dapat mengatur pola patroli dan mendeteksi zona bahaya secara otomatis.