Kapal Induk USS Gerald R Ford Ini Muat 90 Jet Tempur dengan Biaya Rp195 Triliun!
- Youtube
Cianjur – Kapal induk kelas Gerald R Ford dibangun dengan biaya $13 miliar atau Rp195 triliun dan merupakan salah satu yang terbesar. Kapal ini punya sekitar 25 dek atau lapisan yang membentang dari bawah lambung hingga bagian atas superstruktur yang sangat tinggi.
Sebagai perbandingan, kapal induk kelas Nimitz terlihat hampir sama tapi ukuran dek Ford jauh lebih besar dengan hanya 18 dek. Perbedaan ukuran ini memberi kelas Ford keunggulan karena biasanya membawa hingga 90 pesawat sedangkan Nimitz hanya sekitar 60 pesawat.
Keunggulan sekitar 30 pesawat ini sebagian besar karena hangar bay Ford yang lebih besar dan flight deck yang lebih lebar untuk operasi. Dirangkum dari channel YouTube AiTelly, sebagian besar pesawat disimpan di hangar bay yang langsung di bawah flight deck untuk lepas landas.
Flight deck sendiri mencakup sekitar 4,5 hingga 5 hektar atau setara dengan 3,5 hingga 4 lapangan sepak bola Amerika. Area luas ini memungkinkan kapal induk mengoperasikan hingga 90 jet dan helikopter pada kapasitas maksimum untuk misi militer.
Sistem Peluncuran Elektromagnetik Canggih
Ford menggunakan sistem peluncuran pesawat elektromagnetik EMALS yang menggantikan katapel uap lama yang lebih kasar pada Nimitz. Sistem elektromagnetik memberikan akselerasi yang lebih halus dan mengurangi stres serta keausan pada bingkai pesawat secara signifikan.
Yang paling penting, EMALS jauh lebih serbaguna karena bisa meluncurkan pesawat dengan berbagai bobot dari jet berat hingga UAV ringan. Sistem ini bisa meluncurkan empat hingga lima pesawat setiap menit dengan kontrol presisi untuk penerbangan naval modern.
Reaktor Nuklir dan Kecepatan Kapal
Kapal induk ini ditenagai dua reaktor nuklir yang menciptakan panas luar biasa untuk mendidihkan air menjadi uap bertekanan tinggi.
Uap ini memutar turbin raksasa yang terhubung dengan delapan generator listrik General Electric yang bisa menyalakan kota 100.000 orang.
Menggunakan gearbox reduksi besar, turbin terhubung untuk memutar empat poros propeler mamut yang memberi kecepatan sekitar 35 knot atau 64 km/jam. Kapal ini punya empat kabel penahan baja untuk menangkap ekor hook pesawat dan menghentikannya dalam sekitar 300 kaki saat mendarat.