TNI Siap Bangun Teknologi Modern Berbasis Artificial Intelligence yang Mengubah Masa Depan

Teknologi Modern
Sumber :
  • Pinterest.com

Cianjur – Dunia militer kini bergerak ke era baru yang lebih canggih. Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan mulai merambah ke sistem pertahanan negara-negara maju.

img_title Ananta Agung: Penguasaan AI Sejak SD Jadi Kunci Daya Saing Indonesia ke Depan

Indonesia melalui TNI juga tidak mau ketinggalan dalam perkembangan teknologi perang modern ini. TNI kini mulai mempersiapkan diri menghadapi era perang cyber. Kementerian Pertahanan bersama TNI sedang memikirkan strategi pengembangan AI untuk keperluan militer.

Penggunaan AI dalam dunia militer bukan lagi cerita fiksi ilmiah. Berbagai negara sudah mulai mengembangkan senjata dan sistem pertahanan berbasis kecerdasan buatan. Teknologi ini diprediksi akan mengubah cara perang dilakukan di masa depan.

img_title S-500 Prometeus Rusia Produksi Massal, Rudal Hipersonik Tak Lagi Bebas Terbang!

Menurut pengamat kebijakan luar negeri Dinopati Jalan, Indonesia harus segera mengembangkan AI militer. Perang masa depan adalah perang cyber yang semuanya berbasis teknologi. Persiapan dari sekarang jadi kunci utama kekuatan pertahanan.

1. Robot Tempur dan Drone Pintar Mengambil Alih Medan Perang

img_title Senjata Buatan Indonesia Dulu Ditertawakan, Kini Dipesan Negara Lain!

Laporan RAND Corporation menunjukkan kebutuhan sistem robotika di medan pertempuran. Robot-robot ini dirancang untuk membantu pasukan tanpa harus menambah jumlah tentara. Mereka bisa melakukan tugas-tugas berbahaya yang berisiko bagi manusia.

Tugas robot tempur meliputi pengiriman pasokan logistik dan pembersihan ranjau darat. Bahkan mereka bisa melakukan pengisian bahan bakar pesawat di udara. Semua pekerjaan kasar dan berbahaya bisa diserahkan ke mesin pintar.

Angkatan Udara AS sudah menerbangkan jet tanpa awak sebagai loyal wingman. Jet AI ini mendampingi pesawat yang dikemudikan pilot manusia. Mereka bisa melawan musuh atau membantu pilot menyelesaikan misi dengan lebih efektif.

Salah satu contoh drone senjata Global Hawk mampu terbang secara independen tanpa bergantung tautan data. Kemampuan ini membuatnya bisa masuk ke wilayah udara yang padat. 

2. Sistem Pelacakan Target dan Pengumpulan Data Intelijen Otomatis

AI punya kemampuan luar biasa dalam mengumpulkan dan menganalisis data. Di bidang militer, teknologi ini membantu pelacakan target dalam operasi khusus. Operasi kontra-terorisme jadi lebih efektif dengan bantuan kecerdasan buatan.

Sistem AI menggunakan basis data yang sangat besar untuk mengidentifikasi target. Proses yang biasanya memakan waktu lama bisa diselesaikan dalam hitungan detik. Akurasi dalam pelacakan juga meningkat signifikan dibanding metode konvensional.

Halaman Selanjutnya
img_title