Indonesia Kerja Sama Rudal dengan Rusia dan Turki, Bikin Heboh Kawasan!

Kerja sama rudal Indonesia dengan Rusia dan Turki
Sumber :
  • Youtube

Cianjur – Indonesia punya ambisi besar membangun kemandirian pertahanan dalam beberapa tahun terakhir ini. Bayangkan kalau langkah itu dipercepat lewat kerja sama rudal dengan Rusia dan Turki, pasti geopolitik Asia Tenggara akan berubah total.

img_title Senjata Buatan Indonesia Dulu Ditertawakan, Kini Dipesan Negara Lain!

Rusia sebagai raksasa Eurasia sudah lama dikenal sebagai penguasa teknologi rudal dari Iskander hingga Kaliber yang mampu menembus pertahanan modern.

Jika Indonesia menjalin kerja sama penuh dengan Rusia, bukan tidak mungkin PT Pindad, PT PAL, dan PT Dirgantara Indonesia akan dapat aliran teknologi propulsi dan sistem pemandu.

img_title Kenapa Helikopter Rusia Begitu Tangguh? Ini Dia Tiga Pabrik Helikoptert Terbaiknya yang Terkenal di Dunia

Bahkan lisensi rudal anti kapal supersonik bisa didapat untuk memperkuat armada TNI AL dengan senjata setara Kaliber.

Dirangkum dari channel YouTube Meukrukru, kerja sama rudal Indonesia dengan Rusia dan Turki bisa mengubah peta kekuatan militer kawasan.

img_title Kapal Induk Rusia Admiral Kuznetsov Lebih Sering Mogok daripada Berlayar, Kok Bisa?

Dengan rudal supersonik buatan Rusia-Indonesia, armada TNI AL mampu menyerang kapal induk yang mencoba masuk ke perairan Natuna.

Pertanyaannya apakah kapal induk Amerika atau Australia masih berani melintas bebas di perairan Indonesia kalau ada rudal supersonik yang siap menunggu.

Turki jadi mitra yang lebih fleksibel karena sama-sama negara muslim dan bukan bagian dari Barat sepenuhnya.

Turki berhasil membangun sistem rudal Atmaca, Bora, hingga Hisar yang bisa jadi pintu bagi Indonesia mengembangkan rudal jelajah presisi tinggi. Bahkan sistem pertahanan udara mobile bisa dikembangkan bersama untuk memperkuat pertahanan Indonesia di kawasan.

Dampak Kerja Sama Rudal Indonesia

Jika kerja sama ini terwujud, Indonesia bukan lagi sekadar pengguna tapi produsen rudal regional yang mandiri.

Tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Filipina harus siap menghadapi realitas baru dimana Indonesia punya senjata jelajah 500 km buatan sendiri. Dengan bantuan Turki, teknologi rudal jarak menengah bisa dikuasai Indonesia dalam waktu relatif singkat.

Namun skenario ini membawa risiko besar karena dunia Barat tentu tidak akan tinggal diam melihat perkembangan ini.

Washington bisa menekan Jakarta dengan ancaman embargo sementara Canberra bisa gerakkan diplomasi ASEAN untuk batasi ruang gerak Indonesia. Uni Eropa juga bisa putus rantai pasokan teknologi sipil yang terkait dengan industri pertahanan Indonesia.

Halaman Selanjutnya
img_title