Strela 10 Rusia Jadi Mimpi Buruk Drone dan Helikopter Musuh, Mematikan!

Strela 10
Sumber :
  • Youtube

CianjurSistem pertahanan udara jarak pendek Strela 10 mungkin terdengar sederhana namanya. Namun di medan perang modern, senjata ini telah menjadi mimpi buruk bagi siapa pun yang berani terbang terlalu rendah.

img_title S-500 Prometeus Rusia Produksi Massal, Rudal Hipersonik Tak Lagi Bebas Terbang!

Kendaraan lapis baja ringan ini bergerak diam-diam di antara reruntuhan dan pepohonan, mengintai langit dengan optik tajam. Strela 10 siap melepaskan rudal panas yang terbang tanpa peringatan dan mengubah target menjadi bola api dalam hitungan detik.

Lapisan Terakhir Pertahanan Udara

img_title Kenapa Helikopter Rusia Begitu Tangguh? Ini Dia Tiga Pabrik Helikoptert Terbaiknya yang Terkenal di Dunia

Bagi militer Rusia, Strela 10 bukan sekadar senjata tetapi lapisan terakhir sistem pertahanan udara berlapis. Benteng terakhir sebelum drone, helikopter, atau jet musuh bisa menyentuh tanah dan merusak pasukan darat.

Sementara sistem besar seperti S-400 menjaga langit tinggi dan pesawat tempur MiG-29 menembak jatuh ancaman di ketinggian menengah, Strela 10 beroperasi di zona paling berbahaya. Ketinggian rendah, jarak dekat, dan waktu reaksi hanya beberapa detik membuat sistem ini sangat krusial.

img_title Kapal Induk Rusia Admiral Kuznetsov Lebih Sering Mogok daripada Berlayar, Kok Bisa?

Target utamanya adalah helikopter serang seperti AH-64 Apache atau Mi-24, pesawat serang darat seperti Su-25, dan ratusan drone kamikaze terbang rendah.

Begitu ancaman muncul di layar optik, operator Strela 10 hanya punya beberapa detik untuk mengunci target, menembak, dan reposisi.

Operasi di Front Ukraina

Dirangkum dari channel YouTube XUROC, Strela 10 beraksi di hampir setiap sektor kunci front Ukraina seperti Zaporizhia, Kherson, Donetsk, dan Luhansk.

Kendaraan MTLB yang dimuat empat rudal ini tersebar di berbagai posisi tersembunyi, siap menembak apa pun yang melewati radius 5 km.

Beberapa laporan dari media Rusia seperti Izvestia melaporkan bahwa unit Strela 10 berhasil menembak jatuh drone Poseidon, Leleka-100, dan beberapa UAV kamikaze buatan Barat.

Dalam banyak kasus, satu tembakan Strela sudah cukup untuk menjatuhkan target tanpa perlu radar dan tanpa memperingatkan musuh tentang asal rudal.

Namun tidak semua cerita berakhir bahagia karena pasukan Ukraina juga berhasil menghancurkan beberapa unit Strela 10 dengan drone FPV bersenjata. Serangan artileri jarak jauh dan rudal berpemandu presisi digunakan untuk melumpuhkan sistem pertahanan udara ini.

Duel ketinggian rendah ini terjadi secara teratur, tarian mematikan antara teknologi baru dan warisan lama. Menariknya, meski Strela 10 berusia lebih dari empat dekade, sistem ini masih sering keluar sebagai pemenang di medan pertempuran.

Halaman Selanjutnya
img_title