Rusia Produksi Massal Su-57, Ancaman Baru Bagi Dominasi Pesawat Tempur Barat!

Su-57
Sumber :
  • Youtube

Cianjur – Dunia pertahanan global dikejutkan dengan pengumuman Rusia pada 27 Oktober 2025. United Aircraft Corporation secara resmi mengumumkan peningkatan produksi serial pesawat tempur generasi kelima Su-57.

img_title S-500 Prometeus Rusia Produksi Massal, Rudal Hipersonik Tak Lagi Bebas Terbang!

Selama bertahun-tahun, Su-57 dianggap sebagai proyek ambisius yang tertunda karena sanksi dan keterbatasan anggaran. Kini pesawat siluman ini mulai diproduksi dalam jumlah besar dan siap mengubah peta kekuatan udara dunia.

Target Produksi Ambisius

img_title Senjata Buatan Indonesia Dulu Ditertawakan, Kini Dipesan Negara Lain!

Dilansir dari channel YouTube World_explorer-BD, Rusia berkomitmen mengirimkan 76 pesawat tempur Su-57 pada 2027 sesuai kontrak negara tahun 2019.

Pencapaian ini monumental bagi negara yang sedang menghadapi perang, sanksi ekonomi, dan tantangan logistik besar.

img_title Kenapa Helikopter Rusia Begitu Tangguh? Ini Dia Tiga Pabrik Helikoptert Terbaiknya yang Terkenal di Dunia

Ekspansi produksi menandai kebangkitan industri militer Rusia yang sempat terpuruk. Su-57 kini menjadi prioritas utama strategi militer Moskow untuk menyaingi dominasi pesawat tempur Amerika Serikat.

Spesifikasi Su-57 Felon

NATO memberi kode nama Felon untuk pesawat tempur bermesin ganda ini yang dirancang menyaingi F-22 Raptor dan F-35 Lightning II. Su-57 dibangun dengan komposit penyerap radar, ruang senjata internal, dan sistem perang elektronik canggih.

Berbeda dengan filosofi desain Amerika yang memprioritaskan siluman, Su-57 menggabungkan stealth dengan kelincahan tempur jarak dekat. Mesin AL-51 F1 memberikan kecepatan tinggi dan thrust vectoring yang tak tertandingi pesawat Barat.

Kekuatan terbesar Su-57 terletak pada integrasinya sebagai otak pusat jaringan drone, rudal, dan sensor medan perang. Pesawat ini dirancang sebagai unit komando udara lengkap untuk peperangan abad 21.

Pesanan Ekspor Pertama

Rusia mengamankan pesanan ekspor Su-57 pertamanya sebanyak 12 unit untuk Aljazair. Keputusan ini menjadi gempa strategis karena menandai pertama kalinya negara non-NATO membeli pesawat siluman generasi kelima di luar pengaruh Barat.

Selama puluhan tahun, AS memanfaatkan F-35 sebagai senjata diplomatik dengan berbagai persyaratan politik dan logistik ketat.

Penawaran Rusia membalik situasi dengan menawarkan teknologi siluman tanpa ikatan politik, tanpa risiko sanksi, dan tanpa persetujuan Departemen Luar Negeri AS.

Su-75 Checkmate Sebagai Pelengkap

Moskow juga mempercepat pengembangan pesawat siluman yang lebih ringan dan murah bernama Su-75 Checkmate. Checkmate dirancang bukan untuk menggantikan Su-57, tetapi melengkapinya dan mendominasi pasar ekspor global.

Halaman Selanjutnya
img_title