Indonesia Pesan 48 Unit Jet Tempur Siluman Kaan Turki Senilai USD 10 Miliar Mulai 2033!

Jet Tempur Kaan
Sumber :
  • Youtube

Cianjur – Indonesia pada tahun 2030-an akan menerima pengiriman pertama jet tempur generasi kelima bernama Kaan dari Turki dengan spesifikasi canggih.

img_title Senjata Buatan Indonesia Dulu Ditertawakan, Kini Dipesan Negara Lain!

Berdasarkan informasi yang beredar, sekitar tahun 2033 pesawat pertama dijadwalkan akan dikirimkan ke Indonesia sebagai pelanggan ekspor pertama yang bergengsi.

Kontrak pengadaan 48 unit Kaan ditandatangani oleh Indonesia dan Turki pada 26 Juli 2025 dalam kesepakatan strategis besar. Kesepakatan tersebut ditaksir bernilai sekitar USD 10 miliar dan diumumkan sebagai bagian dari modernisasi alutsista TNI Angkatan Udara yang ambisius.

img_title Prediksi Deretan Alutsista atau Canggih TNI yang Siap Datang di Tahun 2026

Dirangkum dari channel YouTube NICEON, PT Dirgantara Indonesia akan berpartisipasi dalam program ini sebagai mitra industri dalam proses perakitan dan integrasi sistem.

Dalam rencana pengiriman 10 tahun, unit-unit Kaan akan dirakit dan diintegrasikan dengan mesin yang diproduksi di Turki dengan transfer teknologi komprehensif.

img_title Boeing F-47 Jet Tempur Generasi Keenam AS Dikembangkan Sejak 2020 Secara Rahasia, Jangkauan 1.150 Mil dan Komando Drone!

Kaan menyelesaikan penerbangan perdananya pada Februari 2024 dan produksi massal direncanakan mulai serius pada 2028 dengan target ambisius.

Indonesia tercatat sebagai pelanggan ekspor pertama untuk jet tempur siluman ini yang menjadi prestasi diplomatik penting bagi kedua negara.

Spesifikasi Teknis Jet Tempur Kaan

Rangka dasar desain Kaan adalah pesawat bermesin ganda dengan konfigurasi sayap trapesoid dan bentuk badan dioptimalkan untuk low observable technology.

Panjang pesawat diperkirakan sekitar 21 meter dan rentang sayap sekitar 14 meter yang sebanding dengan jet generasi kelima lain seperti F-22 dan F-35.

Struktur utama memanfaatkan komposit serat karbon dan material radar absorben untuk menurunkan radar cross section secara signifikan hingga sulit dideteksi.

Permukaan eksternal dirancang dengan sudut dan sambungan yang meminimalkan pantulan radar termasuk penggunaan penutup khusus pada rivet dan panel akses presisi tinggi.

Mesin awal produksi Kaan menggunakan dua mesin General Electric F110 yang telah teruji di medan pertempuran dengan keandalan tinggi.

Masing-masing menghasilkan dorongan besar dengan afterburner untuk akselerasi maksimal dalam berbagai kondisi tempur yang menantang dan ekstrem di udara.

Secara paralel, Turki mengembangkan rencana jangka menengah dan panjang untuk memasang mesin domestik yang dikembangkan bersama mitra asing tertentu.

Program mesin domestik menargetkan peningkatan thrust, efisiensi bahan bakar, dan kemampuan pertahankan supersonik tanpa afterburner alias supercruise untuk efisiensi operasional maksimal.

Halaman Selanjutnya
img_title