Lima Negara di Asia Tenggara dengan Armada Kapal Selam Terbanyak
- Youtube
Cianjur – Kepala Staf Angkatan Laut baru-baru ini mengakui Indonesia belum punya sonar pendeteksi kapal selam asing. Pengakuan tersebut membuat publik penasaran tentang kondisi armada kapal selam nasional.
Pertanyaan muncul apakah jumlah kapal selam Indonesia sudah cukup atau masih tertinggal. Perbandingan dengan negara tetangga di Asia Tenggara menjadi penting untuk diketahui.
Kapal selam merupakan aset strategis vital dalam pertahanan maritim modern. Kemampuan siluman di bawah laut memberikan keunggulan taktis yang sangat besar.
Mari kita lihat lima negara di Asia Tenggara dengan armada kapal selam terbanyak. Posisi Indonesia di antara negara-negara tetangga cukup mengejutkan.
Pertama, Malaysia dengan 2 Unit
Malaysia mengoperasikan kapal selam kelas Scorpene yang juga dikenal sebagai kelas Perdana Menteri. Dua unit kapal selam diesel elektrik ini bernama KD Tunku Abdul Rahman dan KD Tun Abdul Razak.
Keduanya mulai bertugas tahun 2009 dan 2010 hasil kerja sama Spanyol-Prancis. Kapal selam ini berpangkalan di Teluk Sepanggar Sabah untuk mengamankan Laut Cina Selatan.
Kedua, Myanmar dengan 3 Unit
Angkatan laut Myanmar punya satu unit kelas Kilo bekas India yang dinamai UMS Minye Theinkhathu. Kapal selam ini resmi beroperasi pada Desember 2020 setelah diremajakan.
Myanmar juga punya satu unit Type 035B dari Tiongkok bernama UMS Min Ye Kyaw Htin. Satu unit kapal selam mini buatan lokal melengkapi armada bawah laut mereka.
Ketiga, Indonesia dengan 6 Unit
TNI Angkatan Laut mengoperasikan satu unit KRI Cakra yang sudah bertugas sejak 1980. Tiga unit kelas Nagapasa yaitu KRI Nagapasa, Ardadedali, dan Alugoro aktif sejak 2017.
Indonesia memesan dua unit Scorpene Evolve dari Prancis yang akan dibangun PT PAL. Total enam unit ini masih jauh dari target minimum 12 unit untuk mengamankan wilayah laut Indonesia.
Keempat, Singapura dengan 8 Unit
Singapura punya dua unit kelas Archer bekas Swedia yang sudah dimodernisasi dengan sistem AIP. Empat unit kelas Invincible buatan Jerman memperkuat armada mereka dengan teknologi canggih.
Dua unit Invincible sudah aktif sejak September 2024 lalu. Singapura bahkan memesan tambahan dua unit lagi untuk memperkuat posisi strategisnya di kawasan.