Lima Negara dengan Pesawat Tempur Eksklusif Paling Menakutkan di Asia Tenggara 2025
- YouTube
Cianjur – Akuisi pesawat tempur di kawasan Asia Tenggara semakin giat dalam beberapa tahun terakhir. Persaingan teknologi militer mendorong negara-negara memodernisasi kekuatan udara mereka.
Beberapa pesawat tempur bisa dikatakan cukup eksklusif di kawasan ini. Hanya satu negara saja yang memilikinya karena harga tinggi atau alasan strategis tertentu.
Pesawat tempur eksklusif ini menunjukkan komitmen besar dalam pertahanan udara. Kecanggihan teknologi yang dibawa memberikan superioritas signifikan di medan tempur.
Mari kita lihat lima pesawat tempur eksklusif paling menakutkan di Asia Tenggara. Kehadiran mereka mengubah peta kekuatan udara kawasan secara dramatis.
Pertama, JF-17 Thunder Milik Myanmar
Myanmar menjadi satu-satunya pengguna JF-17 Thunder di Asia Tenggara sejak 2018. Pesawat hasil kerja sama Pakistan-Tiongkok ini dimiliki Myanmar sebanyak 13 unit aktif.
JF-17 standar mampu mencapai kecepatan Mach 1,6 dengan jangkauan 900 km. Delapan titik cantelan berkapasitas 3,4 ton membuatnya bisa membawa berbagai jenis senjata canggih.
Kedua, F/A-18 Hornet Milik Malaysia
Malaysia satu-satunya operator F/A-18 Hornet di Asia Tenggara sejak 1997. Tentara Udara Diraja Malaysia punya 8 unit varian F/A-18D kursi ganda untuk misi serangan.
Pesawat generasi keempat ini tetap relevan berkat program upgrade sistem avionik. F/A-18D berpangkalan di Butterworth Penang sebagai tulang punggung TUDM hingga kini.
Ketiga, JAS 39 Gripen Milik Thailand
Angkatan udara Thailand menjadi pengguna tunggal Gripen di kawasan ini. Thailand punya 11 unit aktif terdiri dari 7 unit Gripen C dan 4 unit Gripen D.
Pesawat Swedia ini terkenal lincah dengan biaya operasional efisien. Gripen mampu mencapai Mach 2 dan dilengkapi radar serta persenjataan modern untuk berbagai misi tempur.
Keempat, Rafale Milik Indonesia
Indonesia menjadi satu-satunya negara Asia Tenggara yang mengakuisisi Rafale dari Prancis. TNI Angkatan Udara memesan total 42 unit dengan 6 unit pertama tiba 2026.
Rafale generasi 4,5 plus punya 14 titik cantelan berkapasitas 9,5 ton. Pesawat ini baru digunakan India dalam operasi melawan Pakistan, terbukti sangat mematikan di medan tempur.
Kelima, F-35 Milik Singapura
Singapura paling canggih dengan memesan 20 unit F-35 generasi kelima. Terdiri dari 12 unit F-35B VTOL dan 8 unit F-35A konvensional untuk fleksibilitas operasi.