Bomber Siluman B-21 Raider Amerika Kedua Terbang Sukses Harga USD 692 Juta!
- Youtube
Cianjur – Tanggal 11 September 2025 di Edwards Air Force Base California menjadi momen bersejarah bagi penerbangan militer Amerika Serikat. B-21 Raider kedua dengan diam-diam memotong langit didampingi pesawat pengawal F-16 dalam uji terbang perdana yang sukses.
Ini bukan sekadar uji terbang biasa melainkan momen program bomber siluman paling canggih Amerika bergerak ke gigi tinggi dengan kecepatan produksi lebih cepat.
Sekretaris Angkatan Udara Troy Mink menyebutnya sebagai pengubah permainan yang sangat penting bagi masa depan pertahanan udara strategis Amerika.
Dirangkum dari channel YouTube Jet Insight, selama hampir 2 tahun Angkatan Udara hanya memiliki satu B-21 yang terbang untuk melakukan pemeriksaan kinerja dasar.
Tapi kini dengan dua Raider di udara, semua proses pengujian dan integrasi sistem akan berlangsung jauh lebih cepat dan efisien untuk operasional.
B-21 pertama telah terbang satu hingga dua sortie setiap minggu sejak November 2023 dengan pengujian metodis yang ketat.
Dengan pesawat kedua, kecepatan pengujian berlipat ganda dan pemelihara mendapat pengalaman langsung dengan operasi simultan yang kompleks dan menantang dalam berbagai kondisi.
Teknologi Siluman Revolusioner
B-21 Raider adalah bomber paling siluman yang pernah dibangun dengan teknologi lompatan kuantum dalam kemampuan tidak dapat diamati rendah.
Northrop Grumman menyebutnya sebagai lompatan kuantum maju dalam teknologi siluman yang mengalahkan legendaris B-2 Spirit sebelumnya dengan signifikan.
B-21 sebenarnya lebih kecil dari B-2 dengan rentang sayap sekitar 140-150 kaki dibanding 172 kaki B-2 yang lebih besar. Pengurangan ukuran berarti penampang radar lebih kecil sehingga lebih sulit dideteksi oleh sistem pertahanan udara musuh paling canggih sekalipun.
Harga Jauh Lebih Murah dari B-2
Setiap B-21 Raider berharga sekitar USD 692 juta pada tahun 2022 yang memang bukan angka kecil namun sangat efisien. Bandingkan dengan B-2 Spirit yang menelan biaya hampir USD 2 miliar per pesawat atau hampir tiga kali lipat lebih mahal.
B-21 memberikan siluman lebih baik, teknologi lebih canggih, dan fleksibilitas operasional lebih besar dengan sepertiga harga saja.
Angkatan Udara merencanakan armada setidaknya 100 pesawat dan mungkin mencapai 145 hingga 200 tergantung keputusan pengadaan akhir untuk operasi global.