Tiga Rantis APC Buatan Asia Tenggara, Ada Karya Indonesia Loh!
- YouTube
Cianjur – Industri pertahanan Asia Tenggara kini makin mandiri. Beberapa negara sudah bisa bikin kendaraan lapis baja sendiri. Rantis APC jadi salah satu produk yang paling banyak dikembangkan.
Kemampuan produksi APC lokal ini sangat positif buat kawasan. Negara-negara jadi nggak terlalu bergantung pada impor. Biaya pengadaan juga bisa lebih hemat tentunya.
Pertama, TAD Turangga dari Indonesia
Turangga buatan Tugasanda Defense Pasuruan mulai diproduksi 2016. Rantis ini pakai sasis Ford 550 heavy duty yang terkenal handal. Bisa angkut 12 orang termasuk pengemudi dan komandan.
Armornya level B6, sanggup tahan tembakan 5,56 mm dan 7,62 mm. Bobotnya 8.845 kg dengan panjang 6,47 meter. Turangga juga punya proteksi anti ledakan dengan konstruksi V-hull.
Kedua, HMV 420P dari Thailand
High Mobility Vehicle 420P diluncurkan September 2018. Panus Assembly Thailand yang kembangkan berdasarkan Cadillac Gage V-150. Bobotnya lumayan berat, sekitar 15,84 ton.
Bisa angkut 10 orang di luar pengemudi dan komandan. Armornya sanggup tahan tembakan kaliber 12,7 mm. Bagian bawahnya diperkuat pelat 16 mm anti ledakan TNT sampai 6 kg.
Ketiga, Tarantula HMAV dari Malaysia
Tarantula dikembangkan Mildef International Technologies Malaysia. Kerjasama dengan Science Technology Research Institute for Defence. Diluncurkan 11 Februari 2021 ke publik.
Konstruksinya 70% konten lokal, 30% komponen asing. Bobotnya 14 ton dengan panjang 5,6 meter. Bisa angkut 10 orang sudah termasuk pengemudi dan komandan.