Jerman Luncurkan Meriam Otomatis RCH 155 Track yang Hanya Butuh Dua Awak!

RCH 155 Track
Sumber :
  • Youtube

Cianjur – Jerman kembali menunjukkan kehebatannya dalam teknologi persenjataan militer terbaru. RCH 155 Track menjadi sistem artileri canggih yang menggabungkan mobilitas tinggi dengan otomasi maksimal.

img_title “Goethe Laune” Hadirkan Ragam Program Budaya, Bahasa, dan Peluang Karier ke Jerman

Krauss-Maffei Wegmann (KMW) baru saja mengungkap RCH 155 Track sebagai evolusi dari versi sebelumnya. Sistem ini menggabungkan modul meriam AGM dengan platform Boxer beroda rantai yang lebih tangguh.

Keunggulan utama RCH 155 Track terletak pada kemampuan operasionalnya yang sangat efisien di medan sulit. Dilansir dari channel YouTube Incredible Facts, sistem ini mampu melintasi lumpur dalam, salju tebal, dan medan berat yang mustahil dilalui versi beroda.

img_title Prediksi Deretan Alutsista atau Canggih TNI yang Siap Datang di Tahun 2026

Otomasi menjadi jantung teknologi RCH 155 Track yang revolusioner ini. Hanya dengan dua awak—pengemudi dan komandan—meriam ini bisa beroperasi penuh tanpa awak masuk ke menara.

Spesifikasi Teknis yang Mencengangkan

img_title Boeing F-47 Jet Tempur Generasi Keenam AS Dikembangkan Sejak 2020 Secara Rahasia, Jangkauan 1.150 Mil dan Komando Drone!

Meriam kaliber 155mm L-52 ini mampu menembak 8-10 peluru per menit secara otomatis. Jangkauan tembaknya mencapai 30 km dengan amunisi standar, 40 km dengan peluru base-bleed, dan lebih dari 50 km menggunakan proyektil bertenaga roket.

Platform Boxer beroda rantai memiliki bobot sekitar 43 ton dengan mesin diesel MTU 1.000 tenaga kuda. Kecepatan maksimalnya mencapai 65 km/jam dengan jangkauan operasional sekitar 500 km tanpa pengisian bahan bakar.

Sistem MRSI (Multiple Rounds Simultaneous Impact) memungkinkan beberapa peluru menghantam target secara bersamaan. Teknologi ini memberikan serangan mendadak yang luar biasa sebelum musuh sempat bereaksi atau menghindar.

Perlindungan lapis baja setara kendaraan tempur infanteri melindungi awak dari proyektil kecil dan pecahan peluru. Taktik "shoot and scoot" meminimalkan paparan terhadap radar musuh dan serangan balasan yang berbahaya.

Perbandingan dengan Sistem Artileri Dunia

RCH 155 Track unggul dibanding kompetitor seperti K9 Thunder Korea Selatan yang masih butuh 4-5 awak. Archer Swedia memang otomatis namun chassis berodanya kalah tangguh di medan off-road berat.

M109A7 Paladin Amerika masih mengandalkan operasi manual yang lebih lambat dalam deployment. RCH 155 Track mewakili generasi masa depan—lebih ringan, cepat, dan pintar dengan otomasi penuh.

Filosofi desain modular memungkinkan modul AGM dipasang di platform berbeda untuk fleksibilitas ekspor. Integrasi digital dengan drone dan satelit memberikan koordinat target secara real-time untuk presisi maksimal.

Halaman Selanjutnya
img_title