Indonesia Jadi Satu-satunya Negara ASEAN yang Terlibat Proyek Jet Tempur KF-21 Boramae!

KF-21 Boramae
Sumber :
  • Youtube

Cianjur – Ketika Indonesia tampil percaya diri bersama Korea Selatan di ajang Seoul ADEX 2025, sorotan publik Asia justru tertuju pada dua hal penting.

img_title Jabar-Selangor Perkuat Kolaborasi Bisnis, SIBS ASEAN 2026 Resmi Dibuka di Bandu

Peran besar Indonesia dalam proyek jet tempur KF-21 Boramae dan ketidakhadiran Malaysia sebagai calon pembeli menjadi perhatian utama.

Negeri jiran itu diketahui memilih tidak ikut serta dalam program KF-21 karena alasan biaya dan prioritas anggaran yang berbeda. Malaysia lebih berfokus pada pengadaan pesawat ringan FA-50 serta kemungkinan akuisisi tambahan jet Barat seperti Rafale.

img_title Senjata Buatan Indonesia Dulu Ditertawakan, Kini Dipesan Negara Lain!

Keputusan tersebut membuat Indonesia menjadi satu-satunya negara Asia Tenggara yang benar-benar terlibat langsung dalam proyek jet tempur generasi 4,5 bersama Korea Selatan.

Dirangkum dari channel YouTube KORPS MILITER, posisi ini kini terbukti strategis di mata dunia dan memperkuat citra Indonesia di kawasan Indo-Pasifik.

img_title Boeing F-47 Generasi Keenam Terbang 2028, Bikin F-22 Raptor Terlihat Usang!

Pameran Seoul ADEX 2025 menjadi panggung besar bagi Korea Selatan untuk memamerkan kekuatan industri militernya.

Kehadiran Indonesia di balik kesuksesan proyek ini menjadikan Boramae bukan sekadar produk nasional Korea melainkan simbol kerja sama teknologi pertahanan dua bangsa Asia.

Pilot TNI AU Terbangkan KF-21 Boramae

Sorotan paling menarik datang dari partisipasi langsung Indonesia dalam proses uji terbang di fasilitas Sacheon pada akhir September 2025.

Pilot TNI Angkatan Udara, Kolonel Pnb Muhammad Sugiyanto Charles Sihombing, dipercaya duduk di kokpit depan dalam salah satu penerbangan uji resmi.

Dengan ketinggian mencapai 20.000 kaki, penerbangan itu menjadi simbol historis yang luar biasa. Untuk pertama kalinya, pilot asing diizinkan mengendalikan prototipe jet tempur nasional Korea Selatan sebagai bukti kepercayaan tinggi.

Bagi Indonesia, hal ini bukan sekadar kehormatan tetapi juga bukti kepercayaan dan pengakuan atas peran aktif dalam pengembangan KF-21.

Korea Selatan mengapresiasi keseriusan Indonesia dalam mempertahankan komitmen proyek ini meskipun sempat dilanda isu tunggakan dana di masa lalu.

Setelah melalui proses renegosiasi yang panjang, kedua negara menandatangani perjanjian baru pada pertengahan 2025.

Indonesia tidak hanya memperoleh hak atas sebagian transfer teknologi tetapi juga peluang memproduksi komponen tertentu melalui PT Dirgantara Indonesia.

Spesifikasi KF-21 Boramae yang Canggih

Halaman Selanjutnya
img_title