Rusia Tingkatkan Su-27 Flanker Jadi SM3 dengan Radar Irbis-E dan Rudal R-77!

Su-27SM3
Sumber :
  • Youtube

Cianjur – Di tengah bayang-bayang perang yang semakin panas di Eropa Timur, Rusia kembali menghidupkan legenda langitnya yang ikonik. Su-27 Flanker adalah jet tempur yang pernah menjadi simbol supremasi udara Soviet pada era Perang Dingin yang legendaris dan ditakuti.

img_title Kenapa Helikopter Rusia Begitu Tangguh? Ini Dia Tiga Pabrik Helikoptert Terbaiknya yang Terkenal di Dunia

Banyak yang mengira pesawat ini sudah berakhir dan tertelan oleh zaman serta teknologi siluman modern yang lebih canggih.

Tapi kenyataannya, Kremlin justru mengambil langkah yang tidak terduga dengan menghidupkan kembali Su-27 lewat serangkaian peningkatan besar-besaran yang kini dikenal dengan nama Su-27SM dan Su-27SM3 sebagai varian modern yang jauh lebih mematikan.

img_title Kapal Induk Rusia Admiral Kuznetsov Lebih Sering Mogok daripada Berlayar, Kok Bisa?

Modernisasi ini bukan sekadar mengganti cat dan avionik lama melainkan upaya untuk menciptakan kembali keseimbangan di langit yang kini dikuasai pesawat barat. Pertanyaannya adalah mengapa Rusia justru memperbarui jet lawas di era generasi kelima ketika semua negara berlomba membuat jet siluman baru yang mahal?

Dirangkum dari channel YouTube Crok, dalam konflik Ukraina, biaya dan ketersediaan platform tempur menjadi faktor utama yang menentukan strategi pertahanan udara.

img_title Rusia Kuasai Gerasimovka Tanpa Ofensif Besar, Strategi Erosi Pelahan Ukraina!

Jet generasi kelima seperti Su-57 masih diproduksi terbatas dan Rusia tidak bisa menunggu terlalu lama untuk mengisi celah pertahanan udaranya yang vital sehingga pilihan paling logis adalah menghidupkan kembali armada Su-27 lama dengan upgrade modern yang efektif dan efisien.

Teknologi Su-27SM3 Modern

Armada Su-27 lama kini diperkuat dengan avionik digital, radar Irbis-E, dan sistem peperangan elektronik baru yang canggih dan presisi tinggi.

Di balik kokpit kaca digitalnya, pilot Rusia kini memiliki kemampuan untuk mengunci target hingga jarak lebih dari 200 kilometer dengan presisi yang menyaingi jet generasi keempat plus milik Barat seperti F-15 dan Rafale.

Mesin AL-31FM1 yang diperbarui memberi daya dorong tambahan untuk manuver agresif sementara sistem radar pasifnya mampu mendeteksi target siluman pada jarak yang mengkhawatirkan.

Laporan menyebutkan sekitar dua lusin Su-27SM3 kini aktif di langit Rusia sebagai simbol transformasi dari pesawat era 1980-an menjadi pemburu modern yang siap menantang F-16 dan bahkan F-35 di arena pertempuran masa depan dengan teknologi yang telah diperbarui sepenuhnya.

Halaman Selanjutnya
img_title