Pesawat Kargo C-17 Globemaster III Mendarat di Landasan Es Antartika Phoenix Airfield!
- Youtube
Cianjur – Arktik adalah tanah penuh tantangan dan keajaiban yang menguji batas kemampuan manusia dan teknologi modern dengan ekstrem. Menerbangkan pesawat di daerah sedingin seperti Arktik bukanlah sekadar perjalanan udara biasa yang mudah dan nyaman bagi awak pesawat.
Di Arktik, setiap penerbangan adalah perjalanan epik sebagai pertempuran antara manusia dan alam yang keras tak kenal ampun. Setiap detik diisi dengan adrenalin dan kehati-hatian yang menghadirkan tantangan unik dengan suhu ekstrem hingga minus 40 derajat Celsius.
Pada tahun 1955, Amerika Serikat melakukan Operasi Deep Freeze I dan kemudian diikuti oleh Operasi Deep Freeze II untuk eksplorasi Antartika.
Secara khusus, Arktik telah menjadi lingkungan strategis bagi Pentagon dan sekutunya dalam beberapa tahun terakhir karena tingkat aktivitas militer yang semakin meningkat dari Rusia dan China di wilayah tersebut sesuai dokumen Strategi Arktik Angkatan Darat yang dirilis pada 2021.
Dirangkum dari channel YouTube NICEON, di Bandara Phoenix di Antartika, pesawat mendarat langsung di atas es padat yang kuat.
Jet dapat terhindar dari tergelincir saat mendarat karena bandara dirancang secara khusus dengan teknik pemadatan menggunakan roller berat berbobot hingga 72.500 kilogram untuk memadatkan es setebal 81 sentimeter yang mampu menahan dampak pendaratan C-17 Globemaster III yang masif.
Spesifikasi C-17 Globemaster
C-17 Globemaster III adalah pesawat kargo militer berukuran raksasa yang dirancang untuk kekuatan, fleksibilitas, dan ketahanan operasi di medan ekstrem.
Dengan panjang 53 meter dan lebar sayap 52 meter, C-17 mampu mengangkut 77 ton muatan dalam satu penerbangan jarak jauh dengan efisien.
Di dalamnya bisa memuat tank M1 Abrams, tiga helikopter Black Hawk, atau hingga 134 pasukan bersenjata lengkap dengan peralatan tempur.
Meskipun tangguh dan besar, pesawat ini juga cepat dengan kecepatan maksimum 830 kilometer per jam dan jangkauan hingga 4.400 kilometer tanpa pengisian bahan bakar untuk misi jarak menengah.
Kemampuan Ekstrem
Empat mesin turbofan Pratt & Whitney F117-PW-100 memberikan daya dorong luar biasa untuk mengangkat beban berat di kondisi sulit.
Yang paling mengesankan adalah kemampuan lepas landas dan mendarat di landasan pendek dan tidak permanen bahkan hanya sepanjang 900 meter saja dengan beban penuh sekalipun.