Pantau Perkembangan Sukhoi Su-75 Checkmate Jet Siluman Murah dari Rusia!
- Youtube
Cianjur – Sukhoi Su-75 Checkmate merupakan proyek jet tempur generasi kelima Rusia yang kembali menghidupkan harapan industri dirgantara negara tersebut di tengah sanksi Barat.
Pesawat ini disebut sebagai versi murah dan efisien dari Su-57 dengan kemampuan siluman yang digadang mampu menyaingi F-35 milik Amerika Serikat.
Kabar terbaru dari Moskow menyebut bahwa proyek Su-75 kini telah memasuki tahap kesiapan produksi dengan penerbangan perdana dijadwalkan pada tahun 2027.
Jet tempur satu mesin ini pertama kali diperkenalkan pada ajang MAKS Airshow 2021 di hadapan Presiden Vladimir Putin sebagai simbol kebangkitan industri pertahanan Rusia.
Menurut pernyataan United Aircraft Corporation atau UAC, Su-75 dirancang sebagai pesawat tempur generasi kelima berbiaya menengah untuk negara berkembang.
Rancangan final dan jalur produksi kini tengah dipersiapkan di fasilitas Komsomolsk-on-Amur tempat yang sama dengan pengembangan Su-57 dengan target uji terbang akhir 2026 atau awal 2027.
Dirangkum dari channel YouTube Korps Militer, Su-75 menggunakan konsep low cost fighter dengan desain sayap delta. Pesawat ini akan memiliki jangkauan operasional hingga 2.800 kilometer, kecepatan maksimum Mach 1.8, dan beban senjata mencapai 7 ton untuk misi multirole.
Keunggulan Teknologi dan Harga Terjangkau
Cockpit digital Su-75 menggunakan sistem avionik canggih hasil adaptasi dari Su-57 termasuk radar AESA dan sistem perang elektronik terintegrasi yang modern.
Meskipun bermesin tunggal, desainnya tetap memiliki kemampuan manuver tinggi dan jejak radar rendah dengan stealth profile setara pesawat siluman Barat.
Salah satu daya tarik utama Su-75 adalah harga yang jauh lebih bersahabat dibandingkan jet generasi kelima lainnya di pasaran global. Rusia menyebut harga satu unitnya bisa ditekan di kisaran 25-30 juta dolar AS, jauh di bawah F-35 yang menembus lebih dari 80 juta dolar.
Tantangan dan Prospek Pasar Ekspor
Dengan strategi harga tersebut, Rusia berharap Su-75 dapat menembus pasar ekspor di kawasan Asia, Timur Tengah, dan Afrika dengan mudah.
Beberapa negara yang disebut potensial tertarik antara lain Uni Emirat Arab, Vietnam, Aljazair, dan bahkan India yang mencari opsi jet tempur siluman berbiaya moderat.