Proses Produksi Airbus A380 Libatkan 1500 Subkontraktor untuk Angkut 800 Penumpang Sekaligus!
- Youtube
Cianjur – Airbus A380 adalah pesawat jet berbadan lebar yang diproduksi oleh Airbus, sebuah produsen pesawat asal Eropa yang terkenal di dunia.
Pengembangan Airbus A380 dimulai pada akhir tahun 1990-an sebagai tanggapan terhadap permintaan pasar untuk pesawat dengan kapasitas yang jauh lebih besar dari sebelumnya.
Airbus A380 dirancang sebagai pesawat jet berbadan lebar dengan dua dek dan empat mesin yang mampu mengangkut jumlah penumpang sangat besar.
Dalam konfigurasi penuh, pesawat ini dapat membawa hingga 800 penumpang dalam satu penerbangan yang menjadikannya pesawat penumpang terbesar di dunia.
Proses produksi atau pembangunan Airbus A380 melibatkan serangkaian langkah yang rumit dan melibatkan berbagai teknologi canggih serta tenaga kerja terampil.
Lebih dari 1500 subkontraktor dari seluruh dunia berkontribusi dengan komponen-komponen untuk proses pembuatan A380 yang kompleks ini.
Dirangkum dari channel YouTube NICEON, lempeng aluminium besar ditekuk dan dibentuk menjadi berbagai komponen fuselage menggunakan berbagai teknik seperti press-forming atau hydro-forming.
Airbus A380 ditenagai empat mesin Rolls-Royce Trent 900 yang merupakan mesin turbofan bypass tinggi memberikan hingga 32.600 kilogram dorongan per mesin untuk mengangkat bobot pesawat raksasa ini.
Perakitan dan Interior Kabin
Bagian A380 tiba di garis perakitan akhir Toulouse dimana pesawat lengkap dirakit dengan presisi tinggi oleh teknisi berpengalaman.
Sebuah roda hub dengan ban dipasang dengan hati-hati dimasukkan ke dalam poros landing gear dan dikunci ke tempatnya menggunakan pin penahan untuk keamanan maksimal.
Furnishing pada area kabin A380 seluas 548 meter persegi membutuhkan sekitar 33 hari kerja untuk menyelesaikannya dengan sempurna.
Airbus menawarkan bantuan dalam proses pengambilan keputusan desain interior melalui fasilitas khusus di Toulouse untuk memenuhi keinginan setiap maskapai yang berbeda.
Proses Pengecatan Pesawat
Proses pengelolaan cat terjadi dalam tiga langkah utama yaitu penerapan primer, base coat, dan clear coat untuk perlindungan maksimal. Sebuah lapisan cat tunggal setebal 0,02 sentimeter dapat menambahkan bobot yang signifikan hingga 650 kilogram pada berat pesawat secara keseluruhan.
Livery unik maskapai yang biasanya mencakup logo, garis, dan tanda khas lainnya diaplikasikan menggunakan stensil khusus dengan presisi tinggi.