Satu Tentara, Satu Rudal Igla-S Bisa Jatuhkan Helikopter hingga Jet Tempur!
- Youtube
Cianjur – Igla-S adalah rudal portabel buatan Rusia yang dirancang khusus untuk menjatuhkan target udara secepat mungkin. Ukurannya kecil, ringan, dan bisa dibawa di bahu oleh satu tentara saja tanpa bantuan kendaraan berat.
Kemampuan rudal Igla-S sering membuat dunia terkejut karena bisa menembak berbagai target udara. Helikopter, drone, bahkan jet tempur yang terbang rendah bisa menjadi sasaran empuk saat Igla-S mengunci dan meluncur.
Ini adalah sistem pertahanan udara jarak pendek yang memberikan pasukan infanteri keunggulan besar di medan perang modern. Tidak perlu radar besar atau kendaraan peluncur yang berat untuk mengoperasikannya.
Dirangkum dari channel YouTube XUROC, Igla-S dikenal di NATO sebagai SA-24 Grinch dan merupakan evolusi terbaru sistem rudal portabel. Senjata ini dibuat oleh KBM Kolomna, biro teknik Rusia yang terkenal sejak era Soviet sebagai pencipta senjata pertahanan udara paling andal.
Spesifikasi Teknis Igla-S
Igla-S menggunakan rudal kaliber 72 mm yang tersimpan dalam tabung peluncur sepanjang 1,57 meter. Berat totalnya sekitar 19 kg sehingga cukup ringan untuk dibawa satu tentara yang bergerak cepat di medan perang.
Rudal ini memiliki kecepatan melebihi Mach 2 atau sekitar 720 meter per detik. Kemampuan jangkauannya mencapai 6 kilometer dengan ketinggian maksimal 3.500 meter dari permukaan tanah.
Sistem pendeteksi Igla-S menggunakan inframerah dua pita yang mampu menangkap sinyal panas dari mesin pesawat dan helikopter. Hulu ledaknya seberat 2,5 kilogram menggabungkan bahan peledak tinggi dan pecahan yang bisa menghancurkan sayap atau mesin target.
Penggunaan di Medan Perang
Igla-S bukan sekadar proyek uji coba karena sudah digunakan di berbagai konflik nyata di dunia. Di Suriah, pasukan pemerintah menggunakan Igla-S untuk melawan helikopter serang dan drone yang menembus pertahanan udara.
Dalam perang Ukraina, sistem ini memainkan peran penting menjatuhkan drone pengintai dan helikopter di garis depan. Beberapa laporan bahkan menyebutkan Igla-S berhasil menghancurkan drone Bayraktar TB-2 milik Ukraina yang terkenal sulit dijatuhkan.
Di Nagorno-Karabakh dan Libya, senjata ini terbukti efektif dalam perang gerilya udara melindungi pasukan darat. Kini Igla-S digunakan lebih dari 30 negara di seluruh dunia termasuk Rusia, India, Vietnam, Suriah, Venezuela, dan Indonesia.